AS Tembak Drone Iran di Selat Hormuz
Ilustrasi. /visi.news/ai
Di Lebanon, situasi juga semakin memanas setelah serangan Israel menewaskan tiga perwira militer senior. Sementara itu, prosesi pemakaman sejumlah korban serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon berlangsung dengan dihadiri ratusan pelayat.
Perkembangan lain datang dari Yunani. Kepolisian setempat mengumumkan penangkapan seorang pria Palestina berusia 37 tahun yang diduga memiliki hubungan dengan Hamas dan merencanakan aksi teror. Pria tersebut ditangkap di Pulau Kreta, tempat ia bekerja di sebuah hotel.
Menurut aparat keamanan Yunani, tersangka diduga memiliki hubungan dengan individu yang sebelumnya ditangkap di Siprus dalam kasus terkait terorisme. Media lokal melaporkan bahwa target yang diduga dibidik adalah kapal pesiar Israel yang dijadwalkan bersandar di Kreta dalam beberapa hari mendatang.
Penggeledahan di sebuah apartemen yang disewa tersangka di Athena menemukan sejumlah peralatan laboratorium dan bahan kimia yang diduga dapat digunakan untuk merakit bahan peledak. Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung.
Sementara itu, dampak konflik juga mulai merembet ke ajang olahraga internasional. Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengungkapkan bahwa tim nasional Iran menghadapi pembatasan visa dari Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026.
Menurut Pasandideh, skuad Iran kini memusatkan latihan di Meksiko setelah membatalkan rencana sebelumnya untuk berlatih di Arizona, Amerika Serikat. Ia menyebut para pemain Iran hanya diperbolehkan masuk ke wilayah AS pada hari pertandingan dan harus meninggalkan negara tersebut pada hari yang sama.
Kebijakan tersebut muncul di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran akibat konflik yang terus berlangsung. Meski demikian, Iran tetap dijadwalkan menjalani tiga pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, termasuk dua laga di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle.
Para analis menilai insiden penembakan drone di Selat Hormuz menjadi sinyal bahwa konflik Timur Tengah masih berpotensi meluas. Selain berisiko mengganggu stabilitas keamanan regional, ketegangan yang terus meningkat juga dapat memengaruhi pasar energi global, perdagangan internasional, serta berbagai agenda internasional lainnya, termasuk penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pekan depan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!