AS Tembak Drone Iran di Selat Hormuz
Ilustrasi. /visi.news/ai
VISI.NEWS | TEHERAN - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat mengumumkan telah menembak jatuh dua drone Iran yang dinilai mengancam lalu lintas pelayaran internasional di Selat Hormuz. Insiden terbaru ini menambah daftar panjang eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel di tengah situasi keamanan regional yang semakin rapuh.
Menurut pernyataan militer AS, kedua drone tersebut terdeteksi melakukan manuver yang dianggap berpotensi membahayakan kapal-kapal komersial yang melintas di salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Selat Hormuz selama ini menjadi urat nadi perdagangan minyak global karena menghubungkan Teluk Persia dengan pasar internasional.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah memanasnya konflik regional sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di Iran pada akhir Februari 2026. Serangan itu memicu serangkaian aksi balasan yang memperluas ketegangan di kawasan, termasuk gangguan terhadap jalur pelayaran internasional dan meningkatnya aktivitas militer di wilayah Teluk.
Selain insiden di Selat Hormuz, perkembangan situasi di Gaza dan Lebanon juga terus menjadi perhatian dunia. Militer Israel mengklaim telah menewaskan seorang komandan Hamas yang disebut terlibat dalam serangan ke wilayah Kisufim pada 7 Oktober 2023. Dalam pernyataannya, Israel menyebut Sakr Abu Karim, yang diklaim sebagai komandan unit Nukhba Hamas, tewas dalam serangan di Jalur Gaza bagian selatan.
Namun di sisi lain, serangan Israel juga terus menimbulkan korban sipil di Gaza. Sedikitnya delapan warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan terhadap kamp pengungsian di Kota Gaza. Jurnalis Al Jazeera di Gaza melaporkan bahwa ledakan terjadi di lokasi pengungsian yang berada di area sekolah milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyebabkan kerusakan besar dan memaksa banyak keluarga kehilangan tempat berlindung.
Dalam tiga hari terakhir, intensitas serangan Israel terhadap lokasi-lokasi pengungsian disebut meningkat. Meski militer Israel menyatakan serangan dilakukan secara presisi terhadap target militan, laporan dari lapangan menunjukkan korban sipil terus berjatuhan, termasuk perempuan dan anak-anak.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!