Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026

AS Tembak Drone Iran di Selat Hormuz

ED
PN
Minggu, 7 Juni 2026 | 16:01 WIB
Bagikan
AS Tembak Drone Iran di Selat Hormuz

Ilustrasi. /visi.news/ai

VISI.NEWS | TEHERAN - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat mengumumkan telah menembak jatuh dua drone Iran yang dinilai mengancam lalu lintas pelayaran internasional di Selat Hormuz. Insiden terbaru ini menambah daftar panjang eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel di tengah situasi keamanan regional yang semakin rapuh.

Menurut pernyataan militer AS, kedua drone tersebut terdeteksi melakukan manuver yang dianggap berpotensi membahayakan kapal-kapal komersial yang melintas di salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Selat Hormuz selama ini menjadi urat nadi perdagangan minyak global karena menghubungkan Teluk Persia dengan pasar internasional.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah memanasnya konflik regional sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di Iran pada akhir Februari 2026. Serangan itu memicu serangkaian aksi balasan yang memperluas ketegangan di kawasan, termasuk gangguan terhadap jalur pelayaran internasional dan meningkatnya aktivitas militer di wilayah Teluk.

Selain insiden di Selat Hormuz, perkembangan situasi di Gaza dan Lebanon juga terus menjadi perhatian dunia. Militer Israel mengklaim telah menewaskan seorang komandan Hamas yang disebut terlibat dalam serangan ke wilayah Kisufim pada 7 Oktober 2023. Dalam pernyataannya, Israel menyebut Sakr Abu Karim, yang diklaim sebagai komandan unit Nukhba Hamas, tewas dalam serangan di Jalur Gaza bagian selatan.

Namun di sisi lain, serangan Israel juga terus menimbulkan korban sipil di Gaza. Sedikitnya delapan warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan terhadap kamp pengungsian di Kota Gaza. Jurnalis Al Jazeera di Gaza melaporkan bahwa ledakan terjadi di lokasi pengungsian yang berada di area sekolah milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyebabkan kerusakan besar dan memaksa banyak keluarga kehilangan tempat berlindung.

Dalam tiga hari terakhir, intensitas serangan Israel terhadap lokasi-lokasi pengungsian disebut meningkat. Meski militer Israel menyatakan serangan dilakukan secara presisi terhadap target militan, laporan dari lapangan menunjukkan korban sipil terus berjatuhan, termasuk perempuan dan anak-anak.

Di Lebanon, situasi juga semakin memanas setelah serangan Israel menewaskan tiga perwira militer senior. Sementara itu, prosesi pemakaman sejumlah korban serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon berlangsung dengan dihadiri ratusan pelayat.

Perkembangan lain datang dari Yunani. Kepolisian setempat mengumumkan penangkapan seorang pria Palestina berusia 37 tahun yang diduga memiliki hubungan dengan Hamas dan merencanakan aksi teror. Pria tersebut ditangkap di Pulau Kreta, tempat ia bekerja di sebuah hotel.

Menurut aparat keamanan Yunani, tersangka diduga memiliki hubungan dengan individu yang sebelumnya ditangkap di Siprus dalam kasus terkait terorisme. Media lokal melaporkan bahwa target yang diduga dibidik adalah kapal pesiar Israel yang dijadwalkan bersandar di Kreta dalam beberapa hari mendatang.

Penggeledahan di sebuah apartemen yang disewa tersangka di Athena menemukan sejumlah peralatan laboratorium dan bahan kimia yang diduga dapat digunakan untuk merakit bahan peledak. Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung.

Sementara itu, dampak konflik juga mulai merembet ke ajang olahraga internasional. Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengungkapkan bahwa tim nasional Iran menghadapi pembatasan visa dari Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026.

Menurut Pasandideh, skuad Iran kini memusatkan latihan di Meksiko setelah membatalkan rencana sebelumnya untuk berlatih di Arizona, Amerika Serikat. Ia menyebut para pemain Iran hanya diperbolehkan masuk ke wilayah AS pada hari pertandingan dan harus meninggalkan negara tersebut pada hari yang sama.

Kebijakan tersebut muncul di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran akibat konflik yang terus berlangsung. Meski demikian, Iran tetap dijadwalkan menjalani tiga pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, termasuk dua laga di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle.

Para analis menilai insiden penembakan drone di Selat Hormuz menjadi sinyal bahwa konflik Timur Tengah masih berpotensi meluas. Selain berisiko mengganggu stabilitas keamanan regional, ketegangan yang terus meningkat juga dapat memengaruhi pasar energi global, perdagangan internasional, serta berbagai agenda internasional lainnya, termasuk penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pekan depan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.