Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

Aher Dorong Penguatan Program Citarum Harum: Sungai Adalah Peradaban yang Harus Dijaga

Desi Rossilawati
Rabu, 24 September 2025 | 05:17 WIB
Bagikan
Aher Dorong Penguatan Program Citarum Harum: Sungai Adalah Peradaban yang Harus Dijaga

VISI.NEWS | KOTA BANDUNG - Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menyampaikan pandangannya mengenai tata kelola Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Ia menegaskan pentingnya melanjutkan program Citarum Harum, namun dengan beberapa penguatan kelembagaan agar hasilnya lebih optimal. Hal tersebut ia sampaikan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (23/9/2025).

Ahmad Heryawan menjelaskan bahwa sebagai bangsa, kita sangat bergantung pada sungai, baik di masa lalu maupun masa kini. Sungai menjadi sumber kehidupan, terutama bagi petani di kawasan hulu, hingga masyarakat perkotaan yang memanfaatkan air sungai untuk berbagai keperluan. Citarum, menurutnya, adalah kata kunci yang mencerminkan peradaban air dan harus dijaga dengan serius.

Penghijauan di kawasan hulu sungai sudah menunjukkan hasil yang baik, namun tantangannya adalah bagaimana memastikan bahwa tanaman yang ditanam bisa tumbuh dengan baik. Karena bukan hanya masalah menanam, tetapi juga merawat dan memastikan bahwa lahan kritis bisa berkurang,” ujar Aher.

Ia menambahkan, meskipun penghijauan terus dilakukan tiap tahun, masalah utama tetap terletak pada keberadaan lahan kritis yang belum sepenuhnya pulih. Untuk itu, perlu ada peran aktif masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai dan tidak membuang sampah atau limbah ke dalamnya.

"Sungai bukan tempat pembuangan, tetapi tempat mengalirnya air kehidupan yang bermanfaat bagi masyarakat luas," tegasnya.

Dalam hal pengelolaan sampah, Aher juga mengingatkan pentingnya penanganan sampah secara terintegrasi antar Kabupaten dan Kota di kawasan Bandung Raya.

Hal ini untuk menghindari pencemaran sungai dan menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh. Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya akan menjaga kebersihan air, tetapi juga dapat menciptakan potensi ekonomi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Aher pun menekankan bahwa dalam melanjutkan program Citarum Harum, perlu ada indikator kerja yang jelas.

Salah satunya adalah Indeks Pencemaran Air (IPA), yang dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana pencemaran sungai dapat dikendalikan.

“Dalam praktiknya nanti, harus ada indikator capaian yang lebih jelas. Dengan anggaran yang telah dialokasikan, kita harus tahu apa yang akan dicapai,” ujar Aher.

Selain itu, penguatan kelembagaan dan peran Satgas Citarum juga menjadi fokus penting. Aher sepakat bahwa Satgas Citarum Harum perlu diperkuat posisinya agar program ini dapat berjalan lebih efektif.

"Satgas yang ada sudah bekerja dengan baik, namun ke depan perlu ada evaluasi dan penguatan kelembagaannya," jelasnya.

Selain itu juga mendorong agar proyek TPPAS Legok Nangka segera direalisasikan untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik, khususnya di wilayah Bandung Raya.

TPPAS Legok Nangka diharapkan bisa menjadi solusi dalam menangani masalah sampah yang selama ini mengancam kualitas lingkungan dan sungai di kawasan tersebut.

Dalam penyelenggaraan program-program ini, Aher menegaskan bahwa anggaran yang jelas dan terukur setiap tahun sangat diperlukan. Ia menekankan pentingnya merinci target-target yang realistis agar capaian di lapangan bisa terukur dengan baik.

“Target yang dirancang harus terukur, jangan sampai target mandeg. Capaian yang diinginkan harus sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan,” tuturnya.

Dengan adanya perencanaan yang baik, pengelolaan yang tepat, dan peran aktif masyarakat, Ketua BAM Aher berharap program Citarum Harum bisa menjadi contoh dalam pengelolaan sungai dan lingkungan yang modern, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi masyarakat luas. @Ihda

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.