Agung Widyantoro Minta Pemerintah Beri Perhatian pada Program Olahraga Masyarakat dan Tradisional
Ketua Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro./visi.news/ist.
VISI.NEWS — Ketua Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro, menyoroti pengembangan olahraga masyarakat dan olahraga tradisional. Agung meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap keberlanjutan program olahraga masyarakat dan olahraga tradisional, termasuk agenda nasional yang sebelumnya belum terlaksana akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Ia menyebut terdapat sejumlah organisasi yang menaungi olahraga masyarakat dan tradisional. Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut perlu diperkuat agar pembinaan dan pengembangan olahraga di tingkat masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Bagaimana pembinaan Olahraga Rekreasi Masyarakat dan Olahraga Tradisional Indonesia,” kata Agung dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Senin (31/8/2026).
Agung juga mempertanyakan status serta rencana pelaksanaan sejumlah agenda nasional olahraga masyarakat dan tradisional yang hingga kini belum terlaksana. Ia menilai terdapat agenda tertentu yang tidak semestinya dikesampingkan hanya karena adanya penghematan anggaran.
“Karena ada dua atau satu agenda yang bersifat nasional itu belum dilaksanakan karena ada penghematan pada saat itu,” ujarnya.
Selain aspek pembinaan, Agung meminta Menpora menjelaskan kontribusi olahraga masyarakat dan tradisional terhadap ekosistem olahraga nasional, termasuk dari sisi industri olahraga.
Ia menilai pemerintah perlu memiliki data yang lebih komprehensif mengenai perkembangan industri olahraga, jenis industri yang telah berkembang, serta besaran kontribusinya terhadap olahraga nasional.
“Industri olahraga apa saja yang dikeluarkan, lalu berapa besar pemasukan dan kontribusinya kepada olahraga negara,” kata Agung.
Menurut Agung, selama ini perhatian terhadap olahraga prestasi seperti sepak bola dan sejumlah cabang olahraga lainnya relatif besar. Namun, ia mengaku belum memperoleh laporan yang memadai mengenai kontribusi industri olahraga masyarakat dan tradisional.
“Selama ini kami belum mendapatkan laporan feedback dari cabang olahraga apa saja, olahraga prestasi apa saja, kemudian tentu industri olahraga yang sudah dikeluarkan oleh lembaga ini seperti apa,” tuturnya.
Karena itu, Agung berharap Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dapat memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan, pembinaan, serta kontribusi ekonomi olahraga masyarakat dan tradisional.
Ia menilai penguatan olahraga masyarakat dan tradisional tidak hanya berkaitan dengan aktivitas olahraga, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari pengembangan industri olahraga nasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!