Soroti Kenaikan Anggaran Kepemudaan 2027, Adela Kanasya Minta Manfaat Merata hingga Daerah 3T
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar Adella Kanasya Adies./visi.news/ist.
VISI.NEWS – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Adela Kanasya Adies, memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan anggaran bidang kepemudaan dalam pagu Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun 2027. Menurutnya, kenaikan anggaran yang signifikan harus diikuti dengan pemerataan manfaat bagi pemuda di seluruh Indonesia, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Adela menjelaskan, anggaran kepemudaan pada 2027 direncanakan meningkat menjadi Rp 130 miliar, jauh lebih besar dibandingkan alokasi tahun 2026 yang sebesar Rp11,67 miliar. Peningkatan tersebut dikaitkan dengan persiapan rangkaian peringatan 700 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028.
“Kami ingin memastikan kenaikan anggaran tersebut memberikan dampak langsung kepada pemuda di seluruh Indonesia, bukan hanya terkonsentrasi pada kegiatan seremonial di tingkat pusat,” kata Adela dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Ia menilai sejumlah program yang telah disiapkan Kemenpora, seperti Youth Summit, Youth Camp, dan Youth Career Hub, merupakan langkah positif. Namun, Adela meminta pemerintah memastikan akses yang setara bagi pemuda di berbagai daerah, terutama wilayah kepulauan dan daerah dengan keterbatasan fasilitas.
Menurutnya, Kemenpora perlu memiliki indikator yang jelas terkait jumlah penerima manfaat, sebaran wilayah, kualitas program, hingga outcome yang dihasilkan.
“Kita perlu memastikan bahwa setiap rupiah anggaran memiliki output yang jelas, outcome yang terukur, dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Selain menyoroti anggaran kepemudaan, Adela juga mempertanyakan penyesuaian pagu anggaran Kemenpora tahun 2027. Semula, kebutuhan anggaran kementerian tersebut diusulkan sebesar Rp4,7 triliun, namun berubah menjadi Rp4,69 triliun setelah penyesuaian pagu berdasarkan surat bersama pemerintah.
Ia meminta Kemenpora menjelaskan program-program yang mengalami penyesuaian serta dampaknya terhadap target kinerja kementerian.
“Jangan sampai efisiensi anggaran mengurangi program-program penting untuk masyarakat, kepemudaan, dan pendidikan,” tegasnya.
Adela menegaskan, Komisi X DPR RI mendukung peningkatan kualitas pemuda dan prestasi olahraga nasional. Namun, dukungan anggaran harus dibarengi dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, pemerataan, dan kebermanfaatan.
Ia berharap kebijakan anggaran Kemenpora tahun 2027 benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan birokrasi semata.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!