10 Pelukis Pamer Karya Bareng di TEKA Real Wood Flooring Gallery Tangerang

ED
Kamis, 24 Maret 2022 | 08:11 WIB
Bagikan
10 Pelukis Pamer Karya Bareng di TEKA Real Wood Flooring Gallery Tangerang

Tetapi di luar itu, kata Wina Armada, karya lukis sebagai “DNA” dari pelukis sendiri tetap sangat perlu, dan bahkan menjadi faktor utama. Maksudnya karya-karya perupa menjadi wakil dari diri pembuatnya. Karya-karya yang kurang kuat, atau dibuat tidak dengan sepenuh jiwanya, bakal tercermin dari hasil alhir karya tersebut. “DNA” pelukisnya akan sangat kentara dari karya-karya itu.

"Nah, perkara “DNA” para perupa ini sangat penting, bukan saja dari aspek estetika karya itu sendiri, tetapi juga dari aspek marketing dan jejak rekam para perupa. Dalam hal ini perupa yang melahirkan DNA dirinya yang kuat, kemudian akan membentuk “brand” terhadap diri perupa, Baik di market maupun di kalangan pengamat atau kritikus seni, khusus kritikus seni rupa. Artinya DNA yang kuat dipandang sebagai representasi karya-karya perupanya yang kuat, atau istilah awam atau market merupakan karya “yang kuat.” Tegasnya, karya yang estetik, menarik dan seleble. “Brand” tidak lahir dalam sehari dua hari, bahkan “brand” juga tidak hanya hadir dari sebuah kemenangan lomba seni lukisan saja," paparnya.

Brand yang kuat lahir dari proses pergumulan panjang para pelukisnya, bahkan mungkin seumur hidup pulukisnya. Dengan kata lain, “brand” tak mungkin lahir secara instan, melainkan harus melalui proses. Pelukis yang baru memulai kariernya sebagai pelukis lantas ingin mememilik “brand” dari “DNA” yang kuat, hanyalah berminpi.

"Momentum boleh saja muncul, tapi jika tidak dirawat, dipelihara dan dikembangkan, akan segera menjadi peristiwa yang cepat dilupakan," pesan Wina.

Dalam relasi ini, pemanfaatan kemajuan teknologi yang tanpa diiringi dengan karya-karya memiliki brand kuat, tak memberikan banyak resonansi. Melihat daftar  para peserta pameran : Amrus Natalsya, KP Hardi Danuwijoyo, Nisan Kristiyanto, Erman Sadin, Sarnadi Adam, Indyra, Sukriyal Sadin, Syakieb Sungkar, Chryshnanda Dwilaksana, Revoluta S jelas sudah mulai menemukan DNA dan brand masimg-masing, meski ada yang brandnya masih dapat dioptimalkan. Peranan kurator Anna Sungkar memperjelas jejak DNA masing-masing. Maka pameran ini menjadi sarana yang saling melengkapi dengan penggunaan medium kemajuan teknologi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.