10 Pelukis Pamer Karya Bareng di TEKA Real Wood Flooring Gallery Tangerang
"Setelah lebih dari 25 tahun PT. Tanjung Kreasi Parquet Industry subsidiary PT. Dharma Satya Nusantara, Tbk menghasilkan produk lantai kayu premium yang di ekspor ke lebih dari 44 negara, mulai tahun 2021 kami menghadirkan produk lantai premium kami bagi masyarakat Indonesia yang ditandai dengan pembukaan TEKA Wood Flooring Gallery pertama di Alam Sutera," ujarnya.
Baginya, lantai kayu bukan hanya sebuah produk melainkan sebuah karya dari keberagaman dan keunikan dari setiap pohon untuk menciptakan keindahan dari suatu ruangan. Melalui Pameran Art Kembang Kayu dengan melibatkan 10 seniman seni rupa Indonesia merupakan langkah awal kami dalam mengapresiasi ide kreatif para seniman Indonesia sekaligus untuk bentuk kolaborasi dengan para seniman Indonesia untuk memiliki alternatif baru memamerkan karyanya sekaligus memberikan ruang bagi kami untuk memperkenalkan TEKA kepada khalayak yang lebih luas.
"Besar harapan kami pameran ini mendapatkan sambutan baik dari masyarakat dengan menghadirkan alternatif untuk menikmati gabungan seni kontemporer dengan interior cantik dari lantai kayu, sehingga dapat meningkatkan minat untuk mencoba menerapkan kombinasi seni dan interior di rumah masing-masing," ungkapnya.
Sementara mantan anggota Dewan Pers Wina Armada Sukardi menambahkan bahwa teknologi telah mengubah cara dan gaya hidup di seluruh dunia. Salah satu akibat kemajuan teknokogi yang menonjol, antara lain, hadirnya konvergensi teknologi dan digitelisasi di semua aspek kehidupan dan penghidupan. Kehadiran artifisel intelegen (AI) menghasilkan gabungan satu barang dengan beribu fungsi. Selain itu interaksi sosial tak lagi harus berhubungan fisik secara langsung namun dapat melalui media sosial atau lewat komunikasi massa lainnya.
Rapat bisa dapat lewat zoom dengan berbagai fasilitas yang canggih. Lalu lintas komunikasi tidak lagi harus tatap muka. "Tukar informasi, debat, review, resensi, saran dan kritik dapat lewat media sosial. Dunia seni rupa juga gak mungkin menghindari dari kemajuan teknologi ini. Upaya menghadirkan eksisten diri, promosi karya seni rupa, termasuk menghadirkan karya-karya pribadi dapat melalui media sosial. Sementara transaksi karya lukis juga sudah dapat melalui digital. Perupa mau tidak mau dituntut untuk mampu mengikuti perubahaan ini. Saya lihat beberapa pelukis peserta pameran ini sudah mulai mengunakan sarana ini," ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!