Xi Peringatkan Trump: Taiwan Bisa Picu Konflik
Ilustrasi. /visi.news/ai
Pernyataan Xi muncul setelah Trump sebelumnya menyebut akan membahas penjualan senjata AS ke Taiwan secara langsung dengan Beijing, sesuatu yang dinilai berbeda dari kebijakan tradisional Washington yang biasanya tidak berkonsultasi dengan China terkait isu tersebut.
Pemerintah Taiwan langsung merespons keras pernyataan Xi. Otoritas di Taipei menyebut China sebagai “satu-satunya risiko” bagi perdamaian kawasan dan menegaskan Amerika Serikat terus menunjukkan dukungan kuat terhadap Taiwan.
Pengamat hubungan internasional menyebut bahasa yang digunakan Xi kali ini jauh lebih tegas dibanding biasanya.
Editor newsletter China Neican, Adam Ni, mengatakan Xi ingin menunjukkan bahwa Taiwan merupakan “tong mesiu potensial” dalam hubungan dua negara terbesar dunia tersebut.
Sementara akademisi National University of Singapore, Chong Ja Ian, menilai Beijing kemungkinan melihat peluang untuk mendorong Trump lebih lunak terhadap isu Taiwan.
Perang Dagang dan AI Ikut Dibahas
Di balik sambutan mewah dan karpet merah di Beijing, hubungan China-AS sebenarnya masih dibayangi perang dagang, persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta pembatasan ekspor mineral tanah jarang.
Xi bahkan menyinggung teori “Thucydides Trap”, konsep politik internasional yang menggambarkan risiko perang ketika kekuatan baru menantang negara dominan dunia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!