Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Xi Peringatkan Trump: Taiwan Bisa Picu Konflik

ED
Jumat, 15 Mei 2026 | 05:05 WIB
Bagikan
Xi Peringatkan Trump: Taiwan Bisa Picu Konflik

Ilustrasi. /visi.news/ai

VISI.NEWS | BEIJING - Presiden China Xi Jinping memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa kesalahan langkah terkait Taiwan dapat memicu konflik serius antara dua negara adidaya tersebut.

Peringatan keras itu disampaikan Xi saat menerima kunjungan Trump di Beijing, Kamis waktu setempat. Pertemuan kedua pemimpin berlangsung di Great Hall of the People dengan sambutan megah khas diplomasi China.

Meski Trump memuji Xi sebagai “pemimpin hebat” dan “teman”, Xi justru menegaskan isu Taiwan menjadi prioritas utama dalam hubungan China-Amerika Serikat.

“Pertanyaan Taiwan adalah isu paling penting dalam hubungan China-AS,” kata Xi sebagaimana dikutip media pemerintah China.

Ia memperingatkan bahwa jika isu Taiwan salah ditangani, hubungan kedua negara bisa berubah menjadi benturan bahkan konflik terbuka yang membahayakan stabilitas global.

“Jika salah ditangani, kedua negara bisa bertabrakan atau bahkan masuk ke dalam konflik, yang akan mendorong hubungan China-AS ke situasi sangat berbahaya,” tegas Xi dalam pembukaan pembicaraan yang berlangsung lebih dari dua jam.

Taiwan Kembali Jadi Titik Panas

Isu Taiwan kembali menjadi pusat ketegangan dalam hubungan Beijing dan Washington. China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara Amerika Serikat selama ini menjadi pendukung utama pertahanan Taiwan melalui penjualan senjata dan kerja sama keamanan.

Pernyataan Xi muncul setelah Trump sebelumnya menyebut akan membahas penjualan senjata AS ke Taiwan secara langsung dengan Beijing, sesuatu yang dinilai berbeda dari kebijakan tradisional Washington yang biasanya tidak berkonsultasi dengan China terkait isu tersebut.

Pemerintah Taiwan langsung merespons keras pernyataan Xi. Otoritas di Taipei menyebut China sebagai “satu-satunya risiko” bagi perdamaian kawasan dan menegaskan Amerika Serikat terus menunjukkan dukungan kuat terhadap Taiwan.

Pengamat hubungan internasional menyebut bahasa yang digunakan Xi kali ini jauh lebih tegas dibanding biasanya.

Editor newsletter China Neican, Adam Ni, mengatakan Xi ingin menunjukkan bahwa Taiwan merupakan “tong mesiu potensial” dalam hubungan dua negara terbesar dunia tersebut.

Sementara akademisi National University of Singapore, Chong Ja Ian, menilai Beijing kemungkinan melihat peluang untuk mendorong Trump lebih lunak terhadap isu Taiwan.

Perang Dagang dan AI Ikut Dibahas

Di balik sambutan mewah dan karpet merah di Beijing, hubungan China-AS sebenarnya masih dibayangi perang dagang, persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta pembatasan ekspor mineral tanah jarang.

Xi bahkan menyinggung teori “Thucydides Trap”, konsep politik internasional yang menggambarkan risiko perang ketika kekuatan baru menantang negara dominan dunia.

Kerja sama menguntungkan kedua pihak, sementara konfrontasi merugikan semua,” ujar Xi.

Pertemuan Trump dan Xi juga membahas kemungkinan perpanjangan gencatan tarif perdagangan selama satu tahun yang sebelumnya disepakati di Korea Selatan pada Oktober lalu.

Selain itu, isu Iran turut menjadi topik pembicaraan. Trump menyebut dirinya ingin berdiskusi panjang dengan Xi mengenai Iran yang selama ini menjual sebagian besar minyak terkena sanksi AS kepada China.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington berharap Beijing dapat memainkan peran lebih aktif dalam isu tersebut.

Bos Nvidia dan Tesla Ikut Hadir

Kunjungan Trump ke Beijing juga diwarnai kehadiran sejumlah elite bisnis Amerika Serikat.

CEO Nvidia, Jensen Huang, serta CEO Tesla, Elon Musk, tampak hadir dalam upacara penyambutan di Great Hall of the People.

Musk menyebut pertemuan tersebut berlangsung “luar biasa”, sementara Huang mengatakan kedua pemimpin tampil “mengesankan”.

Xi sendiri menegaskan China akan terus membuka diri bagi investasi asing dan menjanjikan prospek lebih cerah bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di pasar China.

Setelah sesi perundingan utama selesai, Trump dan Xi sempat melanjutkan agenda dengan mengunjungi Temple of Heaven, situs warisan dunia tempat para kaisar China dahulu berdoa memohon panen melimpah.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.