XAG Hadirkan Inovasi "Drone" bagi Petani Kamboja untuk Menghasilkan Singkong secara Berkelanjutan

ED
Selasa, 14 Juni 2022 | 05:53 WIB
Bagikan
XAG Hadirkan Inovasi "Drone" bagi Petani Kamboja untuk Menghasilkan Singkong secara Berkelanjutan

VISI.NEWS | SIEM REAP - Teknologi pesawat nirawak (drone) baru saja dipakai di perkebunan singkong di Kamboja. Teknologi ini membantu petani berskala kecil meningkatkan panen sekaligus menghemat penggunaan sarana dan bahan kimia di lahan perkebunan. Singkong merupakan komoditas agroindustri terpenting di Kamboja.

Sektor ini menyediakan lapangan pekerjaan dan mata pencaharian bagi ribuan warga pedesaan. Demi mendukung kebijakan budi daya singkong di Kamboja, XAG menghadirkan pesawat nirawak untuk sektor pertanian (agricultural drone) guna menghemat pemakaian air dan bahan kimia, serta meringankan beban kerja di lahan perkebunan.

Lompatan besar dalam produktivitas

Dibudidayakan di lebih dari 600.000 hektar lahan di Kamboja, luas perkebunan singkong menjadi terbesar kedua setelah sawah, dan berkontribusi sebesar 4% terhadap pertumbuhan PDB. Namun, metode budi daya singkong biasanya menguras tenaga dan waktu. Demi memenuhi pesatnya permintaan atas produk yang terbuat dari singkong, termasuk makanan, tepung, kertas, dan alkohol, petani Kamboja memperluas lahan perkebunan dengan cepat. Petani Kamboja pun mulai memakai agricultural drone buatan XAG untuk meningkatkan produktivitas.

Chhay Thi termasuk seorang pengguna awal spray drone. Dia memiliki 20 hektar lahan perkebunan di Distrik Varin, Provinsi Siem Reap, Kamboja. Mei lalu, dia memesan solusi tersebut dari mitra lokal XAG, Red Sparrow Cambodia. Produk Agricultural Drone buatan XAG juga melakukan demonstrasi penyiangan otomatis di lahan perkebunan singkong milik Chhay Thi seluas 10 hektar.

Berbeda dari alat-alat pertanian berukuran besar, drone mudah dibawa dan digunakan di lahan perkebunan. Setelah tangki cairan diisi herbisida, agricultural drone XAG lepas landas setelah operator drone mengeklik aplikasi seluler.

Lalu, drone ini terbang melintasi perkebunan singkong, menyemprot herbisida secara akurat di rute yang telah ditentukan, serta menyelesaikan penyemprotan herbisida di lahan seluas delapan hektar lewat kendali otomatis. Sebelum memakai drone, pekerjaan yang sama harus dilakukan petani secara manual selama lebih dari satu minggu. Kini, pekerjaan tersebut selesai hanya dalam satu jam dengan menggunakan satu unit agricultural drone.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.