Wujudkan Program Unggulan Strategis Kampung BEDAS, DLH: Ini yang Dilakukan Pemkab Bandung dan Desa
Untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah itu, Kepala Desa Kopo mendistribusikan 500 kontainer/wadah sampah organik kapasitas 5 kg kepada warga RW 4, 5, dan 6, yang bersumber dari Anggaran Dana Desa.
"Wadah tersebut ditempatkan di rumah-rumah warga untuk menampung sampah organik, yang akan dikumpulkan oleh petugas dan dimanfaatkan untuk budidaya magot," katanya.
Menurutnya, untuk sampah organik yang terkumpul tersebut akan dibeli oleh TPS3R Leuwihuut dengan harga Rp 300 per kg. Selanjutnya, Kepala Desa berpesan agar warga lebih sadar, peduli, dan disiplin dalam menangani masalah lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
Hadir di lokasi acara, Camat Kutawaringin Asep Ruswandi mengungkapkan bahwa pihaknya akan memfasilitasi kerjasama antar desa dalam pengelolaan sampah organik di Desa Kopo tersebut.
Di acara itu, DLH menyampaikan pesan penting, yakni d𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 s𝐩𝐢𝐫𝐢𝐭 𝐁𝐞𝐝𝐚𝐬, b𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 m𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧 l𝐢𝐧𝐠𝐤𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧, m𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧 p𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐛𝐚𝐧, m𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧 k𝐞𝐬𝐞𝐣𝐚𝐡𝐭𝐞𝐫𝐚𝐚𝐧. 𝐒𝐚𝐚𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐒𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐚𝐡𝐥𝐚𝐰𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐠𝐢 𝐋𝐢𝐧𝐠𝐤𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!