Wujudkan Program Unggulan Strategis Kampung BEDAS, DLH: Ini yang Dilakukan Pemkab Bandung dan Desa
Entang Suryana menuturkan, pengelolaan sampah di Desa Kopo didukung adanya 3 Bank Sampah, yaitu Bank Sampah di RW 09 dan RW 11, serta Bank Sampah Induk Leuwihuut.
Untuk diketahui, katanya, Bank Sampah Induk Leuwihuut pada tahun 2023 dilengkapi dengan TPS3R yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.
"Bank Sampah Leuwihuut melayani 2.391 kepala keluarga, bahkan telah bekerja sama dengan rumah makan dan sekolah," katanya.
Dijelaskannya, Bank Sampah di Desa Kopo menangani sampah organik maupun anorganik.
"Sampah organik dikelola dengan budidaya magot, selanjutnya memanfaatkan magotnya menjadi pakan ayam petelur, lele, dan itik, sementara kasgotnya dimanfaatkan untuk pupuk organik," tuturnya.
Di hadapan Kepala DLH, Kepala Desa Kopo menyampaikan bahwa dengan visi menjadi "Sentra Budidaya Magot di Kecamatan Kutawaringin" antara lain dengan mengembangkan ternak DOC (Day Old Chicks) ayam, DOC bebek, itik pedaging dan petelur.
Untuk itu, Entang Suryana berharap bisa bekerja sama dengan desa-desa sekitar dalam pengelolaan sampah organik.
"Bagi kami budidaya magot sangat menjanjikan, baik dari aspek lingkungan yaitu tertanganinya sampah organik, maupun dari segi ekonomi. Adapun sampah anorganik dimanfaatkan dan dijual," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!