Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026

WoDEF 2025: Eksploitasi Hewan Akuatik dan Krisis Lingkungan yang Terabaikan

ED
Sabtu, 29 Maret 2025 | 04:33 WIB
Bagikan
WoDEF 2025: Eksploitasi Hewan Akuatik dan Krisis Lingkungan yang Terabaikan

VISI.NEWS | YOGYAKARTAHari ini, dunia memperingati World Day for the End of Fishing and Fish Farming (WoDEF), para pegiat di seluruh dunia menyerukan perhatian terhadap penderitaan hewan akuatik—miliaran di antaranya dieksploitasi dan dibunuh setiap tahun dalam industri perikanan dan akuakultur. Meskipun mereka adalah makhluk yang cerdas dan memiliki perasaan, ikan dan hewan laut lainnya sering mengalami perlakuan tidak manusiawi, praktik yang tidak berkelanjutan, serta perusakan lingkungan.

Secara global, diperkirakan hingga 1,1-2,2 triliun ikan liar ditangkap setiap tahun, sementara 124 miliar ikan budidaya dibunuh untuk konsumsi. Banyak yang mengalami penderitaan selama berjam-jam sebelum mati—dibuang isi perutnya saat masih hidup, mati lemas, atau dibunuh dengan metode yang menyakitkan. Dalam budidaya, ikan hidup dalam kondisi padat, kekurangan oksigen, dan rentan terhadap penyakit. Sementara itu, dalam budidaya udang, pemotongan tangkai mata dilakukan secara menyakitkan untuk mempercepat reproduksi.

Menurut PBB, ekosistem laut terus-menerus berada dalam risiko akibat eksploitasi berlebihan serta praktik penangkapan ikan ilegal. Sekitar dua pertiga (64%) stok ikan diklasifikasikan sebagai dieksploitasi secara berlebihan, dan 23% telah sepenuhnya dieksploitasi—artinya, ikan ditangkap lebih cepat daripada kemampuan mereka untuk bereproduksi dan memulihkan populasi mereka.

Dampak Lingkungan yang Mengkhawatirkan

Eksploitasi hewan akuatik jarang menjadi sorotan dalam diskusi kesejahteraan hewan dan krisis lingkungan. Padahal, perikanan skala besar mempercepat overfishing, mengganggu keseimbangan ekosistem laut, dan menyebabkan kepunahan spesies. Budidaya ikan yang tidak berkelanjutan juga merusak ekosistem dan mengganggu keseimbangan biodiversitas.

Industri perikanan juga menjadi penyumbang besar polusi laut. Investigasi terhadap Great Pacific Garbage Patch mengungkap bahwa 46% sampah terapung terbesar di dunia berasal dari jaring ikan, dengan sebagian besar sisanya juga terkait industri perikanan. Setiap tahun, sekitar 600.000–800.000 ton jaring yang hilang atau ditinggalkan mencemari lautan, dan plastiknya butuh hingga 600 tahun untuk terurai, dan terus melepaskan mikroplastik. Akibatnya, lebih dari 100.000 paus, lumba-lumba, anjing laut, dan penyu mati terjerat dalam alat tangkap yang terbengkalai.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.