Warga Korban Tanah Bergerak Purwakarta akan Direlokasi
Selain itu Kemensos juga memberikan 100 paket sembako bagi pengungsi dengan nominal Rp 21 juta.
Sebanyak 69 rumah mengalami kerusakan berat akibat bencana, tidak ada masyarakat yang bertahan di lokasi dan memilih mengungsi. Adapun 83 kepala keluarga (KK) atau 256 jiwa mengungsi, dengan 145 jiwa (47 KK) mengungsi di kerabat, dan 111 jiwa (36 KK) mengungsi di Gedung Serbaguna Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani.
Hasanah (41) salah seorang pengungsi dari Kampung Sukamulya, Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, mengungkapkan rasa syukur telah dievakuasi dan mendapat fasilitas layak di posko pengungsian.
"Alhamdulillah, tenang sekarang di sini. (Fasilitas) air dan permakanan lancar. Terima kasih atas kunjungan dan bantuannya, mudah-mudahan cepat direlokasi, pindah ke tempat yang layak," kata dia.
Sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi pada Minggu, 20 April 2025, disusul pergerakan tanah tambahan dan terakhir pada 13 Juni pukul 08:00 WIB. Faktor pemicu antara lain curah hujan tinggi, lereng curam tanpa vegetasi memadai, serta sistem drainase yang tidak optimal.
Lokasi terdampak meliputi Kampung Cigintung dan Kampung Sukamulya, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, yang berada dalam zona kerentanan gerakan tanah kategori menengah. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!