Warga Bergerak, Sampah Menyusut: Nyengseret Jadi Contoh Bandung Bersih
Ia menargetkan, setiap RW mampu mengumpulkan dan memilah sedikitnya 25 kilogram sampah organik per hari. Sampah tersebut kemudian ditampung dan diolah di lokasi pengolahan yang telah ditentukan di tingkat kewilayahan.
“Tujuannya jelas, supaya tidak ada lagi penumpukan. Selama masih ada penumpukan, berarti kita masih punya masalah,” tegasnya.
Farhan menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada edukasi yang jelas, konsisten, dan berkelanjutan kepada masyarakat. Menurutnya, ketika warga memahami cara mengelola sampah dari rumah, maka kota akan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!