Wanita Asal Cirebon Tewas Tertabrak KA Manahan di Indramayu
Ilustrasi./visi.news/langgam.
VISI.NEWS | INDRAMAYU - Seorang wanita yang belakangan diketahui bernama Tati Rohati (48), warga Karangwangi, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, ditemukan meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Manahan relasi Solo Bekasi di wilayah Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 04.14 WIB.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian pertama kali diketahui setelah masinis KA Manahan melaporkan adanya insiden di jalur rel kilometer 182 kepada petugas keamanan stasiun. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas yang sedang berjaga malam untuk dilakukan pengecekan.
"Dua petugas pengamanan yang sedang berjaga malam, Kardani (24) dan Dodi Diganti (27), langsung mengecek untuk memastikan kebenaran informasi. Setelah menemukan jasad korban, mereka segera meneruskan laporan ke Polsek Sliyeg," kata Kapolsek Sliyeg, AKP Edi Mulyana dalam keterangannya dikutip, Jumat (29/5/2026).
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Sliyeg segera bergerak menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 06.30 WIB, petugas tiba di tempat kejadian perkara dan menemukan korban dalam kondisi sudah meninggal dunia di sekitar jalur rel.
"Ketika ditemukan fisik korban cukup memprihatinkan akibat benturan keras," jelas Edi.
Proses penanganan kemudian dilanjutkan dengan olah tempat kejadian perkara yang melibatkan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Indramayu. Namun, identifikasi korban sempat mengalami kendala karena tidak ditemukan kartu identitas pada tubuh korban saat pemeriksaan awal dilakukan.
Untuk memastikan identitas dan penyebab kematian, jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Indramayu. Di rumah sakit, petugas melakukan proses identifikasi lanjutan serta visum et repertum.
Hasil identifikasi akhirnya mengungkap bahwa korban adalah Tati Rohati, warga Kabupaten Cirebon. Polisi juga memastikan bahwa korban meninggal akibat tertabrak kereta api yang melintas di jalur tersebut.
"Setelah diidentifikasi korban baru ketahui adalah Tati Rohati, warga Kabupaten Cirebon. Penyebab meninggalnya karena tertemper kereta api," terang Edi.
Kepolisian menyebut peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah jalur kereta api aktif. Karena itu, masyarakat kembali diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas di sekitar rel kereta demi menghindari risiko kecelakaan yang dapat berakibat fatal.
"Kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa mengutamakan keselamatan mandiri dengan tidak beraktivitas atau menyeberang di sepanjang jalur perlintasan rel kereta api karena sangat berbahaya," tuturnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!