Wamenaker: Jangan Takut AI, Jadikan Pengganda Produktivitas
AI dalam konteks tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan efisien. Namun, teknologi tetap perlu digunakan secara bijak dan tidak menggantikan kebutuhan terhadap kemampuan manusia dalam mengambil keputusan, memahami konteks dan bertanggung jawab atas pekerjaan.
Angkatan Kerja Indonesia Capai 154,91 Juta
Tantangan peningkatan kompetensi menjadi semakin penting karena Indonesia memiliki jumlah angkatan kerja yang sangat besar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2026 yang disampaikan dalam materi tersebut, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 154,91 juta orang. Tingkat pengangguran tercatat sebesar 4,68 persen.
Di sisi lain, kelompok usia muda menghadapi tantangan tersendiri. Sebanyak 19,44 persen pemuda berusia 15–24 tahun berada dalam kondisi NEET, yaitu tidak bekerja, tidak sedang menempuh pendidikan dan tidak mengikuti pelatihan.
Angka tersebut menunjukkan pentingnya upaya memperkuat hubungan antara pendidikan, pelatihan dan kesempatan kerja bagi generasi muda. Mereka tidak hanya perlu memperoleh akses terhadap pendidikan, tetapi juga membutuhkan jalur yang memungkinkan kompetensi yang diperoleh dapat terhubung dengan kebutuhan pasar kerja.
Perkembangan AI menambah dimensi baru dalam tantangan tersebut. Teknologi dapat menciptakan jenis pekerjaan dan peluang baru, tetapi pada saat yang sama juga dapat mengubah cara sejumlah pekerjaan dilakukan.
Karena itu, Afriansyah mendorong generasi muda agar tidak hanya memosisikan diri sebagai pencari kerja.
Dari Pencari Kerja Menjadi Pencipta Kerja
Afriansyah juga mengajak anak muda mengubah pola pikir dari sekadar mencari pekerjaan menjadi menciptakan pekerjaan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!