Terlalu Banyak Efek Sensorik Bisa Ganggu Wisata Digital 13 Sep 2026 Wamenaker: Jangan Takut AI, Jadikan Pengganda Produktivitas 13 Sep 2026 Minggu Pagi, 12 Gerakan Ringan Bikin Tubuh Lebih Bugar di Rumah 13 Sep 2026 Kondisi Bandara Indonesia: Kabut, Asap hingga Berawan 13 Sep 2026 Minggu, Bandung Cerah Berawan, Suhu hingga 31 Derajat 13 Sep 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Minggu 13 September 2026 13 Sep 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Minggu 13 September 2026 13 Sep 2026 Halte BRT Cicadas di Tengah Jalan Picu Keluhan, Farhan Janji Kawal Keselamatan 12 Sep 2026 Gelombang Tinggi Dibalik Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda 12 Sep 2026 260 Warga Kabupaten Bandung Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo 12 Sep 2026 Terlalu Banyak Efek Sensorik Bisa Ganggu Wisata Digital 13 Sep 2026 Wamenaker: Jangan Takut AI, Jadikan Pengganda Produktivitas 13 Sep 2026 Minggu Pagi, 12 Gerakan Ringan Bikin Tubuh Lebih Bugar di Rumah 13 Sep 2026 Kondisi Bandara Indonesia: Kabut, Asap hingga Berawan 13 Sep 2026 Minggu, Bandung Cerah Berawan, Suhu hingga 31 Derajat 13 Sep 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Minggu 13 September 2026 13 Sep 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Minggu 13 September 2026 13 Sep 2026 Halte BRT Cicadas di Tengah Jalan Picu Keluhan, Farhan Janji Kawal Keselamatan 12 Sep 2026 Gelombang Tinggi Dibalik Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda 12 Sep 2026 260 Warga Kabupaten Bandung Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo 12 Sep 2026

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta-Jabar, Jangan Dikibaskan

ED
PN
Minggu, 6 September 2026 | 19:26 WIB
Bagikan
Abu Anak Krakatau Capai Jakarta-Jabar, Jangan Dikibaskan

Erupsi Anak Gunung Krakatau. /ist

VISI.NEWS - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi telah mencapai sejumlah wilayah di Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat pada Minggu (6/9/2026) pagi. Kondisi tersebut terdeteksi melalui analisis citra satelit Himawari-9 yang dilakukan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II.

 Berdasarkan hasil analisis citra RGB Himawari-9, sebaran abu vulkanik terpantau pada pukul 09.00 WIB. Pergerakan abu tersebut menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kualitas udara, jarak pandang, serta aktivitas masyarakat di wilayah yang dilintasi.

 Masyarakat yang berada di kawasan terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai arah serta konsentrasi abu vulkanik.

Warga Diminta Gunakan Masker

 Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Teten Ali mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah perlindungan apabila terjadi hujan abu vulkanik.

 Salah satu langkah utama adalah menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel abu yang terbawa udara.

 “Kurangi aktivitas di luar rumah selama hujan abu berlangsung,” ujar Teten, Minggu (6/9/2026).

 Selain masker, masyarakat juga dianjurkan menggunakan kacamata atau pelindung mata ketika harus melakukan aktivitas di luar ruangan. Partikel abu vulkanik dapat mengganggu mata, terutama apabila paparan terjadi dalam jumlah cukup banyak.

 Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang berada di wilayah dengan kondisi udara mulai terpengaruh sebaran abu.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.