Wa Eros Meledak di Musrenbang! Kades Arjasari Bongkar Kegelisahan Desa
Lebih jauh, ia mengkritisi dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat desa yang dinilai belum signifikan. “Sok jujur ngomong, teu karasa ka masyarakat. Harga pasar mahal, sagalana naek. Kerjasama jeung petani atawa peternak? Nonsense,” tegasnya.
Ia pun mendorong agar pemerintah lebih serius membangun ekosistem ekonomi desa melalui koperasi. Menurutnya, koperasi menjadi kunci perputaran ekonomi di tingkat lokal. “Kunci na di koperasi. Uang kudu muter di masyarakat, ulah ngan ukur lewat program,” katanya.
Wa Eros juga menyinggung persoalan sosial yang muncul di tengah tekanan ekonomi. Ia menggambarkan kondisi keluarga yang belum sejahtera meski program bantuan terus digulirkan. “Teu cukup ngan ukur mere gizi, tapi kumaha carana ngabahagiakeun keluarga. Loba nu stres, bang emok oge teu bahagia,” ujarnya lugas.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bandung untuk lebih serius menciptakan lapangan pekerjaan di desa. Menurutnya, stagnasi ekonomi membuat desa berada dalam kondisi tertekan. “Desa ayeuna stres. Rakyat nanya, rek digawe naon? Aturan loba, tapi solusi teu karasa,” katanya.
Dalam penutupnya, Wa Eros kembali menegaskan perlunya perubahan sistemik dalam perencanaan pembangunan. Ia mengkritik proses Musrenbang yang dinilai formalitas tanpa pembahasan mendalam. “Ulah ngan saukur dibahas di kecamatan terus dibawa ka kabupaten, terus diketok palu. Kudu aya dialog nu jero,” tegasnya.
Pernyataan Wa Eros ini menjadi sorotan dalam forum Musrenbang RKPD 2027. Suaranya dianggap mewakili kegelisahan banyak kepala desa yang berharap adanya perubahan nyata dalam sistem perencanaan pembangunan di Kabupaten Bandung.
@bil
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!