Kapolsek dan Owner Kopi Young Jelaskan Soal "Pemerasan" di Jalan Asia Afrika Bandung
VISI.NEWS | BANDUNG - Keresahan warga Kota Bandung terkait dugaan pemerasan atau jual paksa yang diduga dilakukan oleh oknum pedagang kopi kemasan botol dengan modus berfoto guna promo produk kopi, ditanggapi Kapolsek Sumur dan Owner Kopi Young Drink.
Kapolsek Sumur Bandung, Kompol Deny Rahmanto mengatakan, aksi oknum penjual kopi kemasan botol plus jasa foto promo di media sosial (Medsos) Instagram diketahui tidak setiap hari beredar di kawasan Jalan Asia Afrika.
"Kami mendengar informasi adanya dugaan pemerasan atau jual paksa kemasan kopi botol yang beredar di Asia Afrika, setelah di kroscek, ternyata oknum penjual kopi tersebut tidak setiap hari berjualan," katanya.
Kepada VISI.NEWS, Selasa (4/1/22), Deny mengungkapkan, hal itu berimbas terhadap pencitraan pedagang asongan yang kerap beraktivitas disekitar Jalan Asia Afrika dan Alun-Alun Bandung, untuk itu Polsek Sumur langsung melakukan edukasi.
"Kami sudah melakukan edukasi ke pedagang asongan di kawasan Asia Afrika dan Alun-Alun, pasca beredarnya informasi dugaan pemerasaan atau jual paksa yang dilakukan oleh oknum penjual kopi kemasan botol," ungkapnya.
Menurutnya, lanjut Deny, pedang asongan di kawasan Asia Afrika tersebut, dikenal santun dan tidak pernah memaksa warga untuk membeli dagangannya, beda halnya dengan oknum penjual kopi kemasan botol.
"Sepengetahuan, pedagang asongan dikawasan Asia Afrika banyak juga yang santun dan tidak pernah memaksa warga untuk membeli barang dagangannya," ujarnya.
Meski demikian, warga diimbau waspada dan berhati-hati serta diminta segera melapor jika menemukan tindakan-tindakan yang dinilai diluar kewajaran hingga tindak pidana.
"Segera melapor jika ada temuan yang terindikasi kriminal dijalanan, sehingga pihak kepolisian bisa langsung melakukan tindakan," tegasnya.
Sementara itu, saat dihubungi, owner kopi Young Drink, Dilla Merlly menanggapi kabar dugaan tentang jual paksa kopi kemasan botol di kawasan Asia Afrika dan Alun-alun Bandung, menurutnya ketika peristiwa tersebut benar adanya, hal itu dilakukan oleh oknum.
"Sepengetahun kami, tidak pernah memaksa calon konsumen untuk membeli produk kopi yang dijual, jika ada yang memaksa, hal itu dilakukan oleh oknum yang merugikan kita semua komunitas penjual kopi," singkatnya.@eko
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!