VISI | Sudah Duduk Lupa Berdiri

Desi Rossilawati
Jumat, 27 Februari 2026 | 07:38 WIB
Bagikan
VISI | Sudah Duduk Lupa Berdiri

Oleh Drajat

ASYIK benar menjadi pemimpin di negeri ini. Segala fasilitas tersedia. Pengawalan melekat. Kata-kata didengar. Keputusan diikuti. Telepon dijawab cepat. Kursi empuk, ruangan berpendingin, dan protokoler yang selalu sigap membuat hidup terasa nyaman. Pada titik tertentu, kekuasaan bisa menjadi candu.

Namun di situlah bahaya bermula. Banyak pemimpin lupa bahwa kursi yang ia duduki bukanlah miliknya. Ia hanya dititipi. Ia bukan pemilik, ia pengelola. Ia bukan raja, ia pelayan. Tetapi ketika duduk terlalu lama, ketika dipuji terlalu sering, ketika dikelilingi orang-orang yang hanya berkata “siap, laksanakan”, seseorang bisa mengalami satu penyakit yang tidak kasat mata: lupa berdiri.

Lupa berdiri untuk melihat rakyatnya. Lupa berdiri untuk mendengar suara yang berbeda. Lupa berdiri untuk mengingat janji. Inilah yang penulis sebut: Sudah Duduk Lupa Berdiri.

Kekuasaan sering membuat manusia merasa besar. Seolah ia pusat semesta. Seolah semua dapat diatur. Seolah kritik adalah ancaman, bukan masukan. Padahal sejarah sudah berkali-kali mengajarkan: tidak ada kekuasaan yang abadi. Yang pasti hanyalah satu: kematian.

Pertanyaan mendasarnya sederhana namun jarang direnungkan: apa yang akan dibawa ketika pulang menghadap Sang Pencipta? Jabatan? Tidak. Kekayaan? Tidak. Pujian? Tidak. Yang tersisa hanyalah amal, keputusan, dan jejak kebijakan yang berdampak pada hidup orang banyak.

Penulisngnya, kesadaran ini sering menghilang ketika seseorang terlalu menikmati kursinya. Ia lupa bahwa sebelum duduk, ia pernah berdiri di hadapan rakyat dan berjanji. Janji itu bukan sekadar retorika, melainkan amanah.

Fenomena lain yang tak kalah berbahaya adalah budaya ABS Asal Bapak Senang. Pemimpin dikelilingi orang-orang yang hanya menyampaikan kabar baik. Kritik disaring. Data dimanipulasi agar terlihat indah. Realitas dibungkus dengan presentasi yang meyakinkan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.