IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

VISI | Suara Yulia Tak Didengar

ED
Rabu, 15 Mei 2024 | 07:32 WIB
Bagikan
VISI | Suara Yulia Tak Didengar

Oleh Aep S Abdullah

SUARA Yulia mungkin sudah parau. Setiap hari ia berteriak minta tolong agar kakaknya Wildan Rohdiawan bisa segera dipulangkan. Kakaknya, pria 36 tahun itu telah menjadi korban tindak pidana penjualan orang (TPPO). Sudah lebih dua tahun, Warga Kp. Bantargedang RT 03, RW 09 No. 22, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kab. Bandung Barat (KBB) ini dalam sekapan sindikat di Myanmar. Ia berangkat pada November 2022 dan sejak itu mengalami hari-hari dalam penindasan.

Ternyata bukan hanya Yulia Rosiana yang terus berjuang. Ada Nurmaya, Yulia Yasmin, Sylvie, dan Tan. Mereka akhirnya tergabung dalam Solidaritas Korban Jerat Kerja Paksa dan Perbudakan.

Industri Penipuan Online telah menggoda banyak orang Indonesia untuk bekerja ke luar negeri. Namun benar benar menyengsarakan banyak orang. Korban sudah banyak.

"Masing-masing kami adalah keluarga/sanak saudara (istri, adik, dan ibu) dari lima orang warga negara Indonesia yang masih dipekerjakan dan disiksa di perusahaan penipuan online yang beroperasi di Phalu, Myanmar," ungkap Yulia melalui Whatsapp.

Sudah dua tahun mereka menanti pembebasan dan kepulangan mereka. Mereka tidak menunggu dengan hanya duduk manis, tapi sudah mengadukan apa yang keluarga mereka alami mulai dari Polisi, Kementerian Luar Negeri, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), hingga pemerintah daerah tempat tinggal, dan Lembaga pengiriman Tenaga Kerja.

Mereka berangkat ke Myanmar untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik, karena merasa tidak punya keistimewaan di sini untuk memilih pekerjaan yang baik.

Banyak orang di negara ini, niat untuk memperbaiki nasib keluarga merupakan niat yang baik. Tapi apa daya, niat baik ini dimanfaatkan mafia tenaga kerja untuk mendapat keuntungan dari hasil keringat dan jerih payah orang lain. Keluarga dan sanak saudara mereka dijanjikan kerja dengan upah yang baik di Thailand, negara tujuan untuk berlibur dan berbelanja untuk orang-orang kaya Indonesia. Tapi tidak bagi mereka. Thailand hanyalah pintu masuk untuk mengelabui petugas penjaga perbatasan. Tidak ada kecurigaan sama sekali, ketika mereka dari Thailand diseberangkan melalui jalan darat ke Myanmar. Mereka hanya orang miskin yang belum pernah pergi ke luar negeri, dan tidak paham tentang seluk-beluk permasalahannya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.