VISI | Suara Yulia Tak Didengar
Keluarga dan sanak saudara mereka akhirnya dipekerjakan di perusahaan, di wilayah perbatasan Thailand-Myanmar yang sedang dilanda konflik bersenjata. Baru sesudahnya mereka menyadari bahwa mereka telah ditipu. Tidak seperti yang dijanjikan, mereka dipekerjakan untuk melakukan penipuan di dunia maya. Pekerjaan yang jelas bertentangan dengan hati nurani. Mereka memang orang miskin. Tapi tidak diajari untuk menipu, apalagi menipu bangsa sendiri.
Mereka terperangkap. Pulang ke rumah tidak bisa, dan terpaksa bertahan, bekerja di perusahaan yang seluruh penjaganya memegang senjata api. Akhirnya, yang bisa dilakukan adalah pasrah.
Kondisi mereka sangat memilukan: disuruh bekerja terus hingga melampaui batas; disiksa bila tidak memenuhi target: dipukul dengan kayu, disetrum, disuruh jalan jongkok berkali kali; istirahat/makan hanya 30 menit, dan waktu untuk tidur hanya tiga jam sehari. Selebihnya adalah bekerja.
Seluruh kondisi tersebut tidak hanya menyengsarakan keluarga dan sanak saudara mereka nan jauh di sana, yang melakukan kerja paksa untuk mafia penipu. Tapi juga menimbulkan derita batin bagi keluarganya di sini. Sejak mereka meninggalkan rumah, yang keluarganya terus merasakan kekuatiran, kecemasan dan amarah.
"Tak pernah sedikitpun terbayangkan, martabat dan harga diri kami sebagai manusia begitu dilecehkan sampai ke titik nol," ujar Yulia.
Mereka para perempuan harus menelan pil pahit. Terlebih setelah mengetahui bahwa keluarganya di sana sekarang sudah dua sampai tiga kali dijual ke perusahaan lain karena dianggap tidak produktif.
Para perempuan ini sadar betapa besar dan gagahnya Indonesia. Mereka melihat, Ibu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan sangat gagah berteriak tentang kemerdekaan Palestina, dan tentang Indonesia yang siap berdiri menentang penindasan terhadap rakyat Palestina. Para perempuan ini berharap sikap yang sama dapat ditunjukkan pada persoalan di Myanmar, yang setahu mereka, dari pemberitaan media, dilanda peperangan tanpa henti yang menyengsarakan rakyatnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!