VISI | Spirit Ramadan: Kunci Tawadu
- “Tawadhu’ di ruang kelas: dari empat kelas yang terselesaikan sehari hingga refleksi keadilan pendidikan. Merendah karena Allah, meninggi dalam kemanfaatan.”
Oleh A. Rusdiana
- Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung
- Dewan Pembina PERMAPEDIS Jawa Barat
- Dewan Pakar Perkumpulan Wagi Galuh Puseur.
- Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Mishbah Cipadung Bandung
- Yayasan Pengembangan Swadaya Mayarakat Tresna Bhakti Cinyasag Panawangan
RAMADAN selalu menghadirkan ruang kontemplasi yang jernih: manusia diingatkan kembali pada hakikat dirinya sebagai hamba yang lemah, namun dimuliakan ketika berserah. Tawadhu’ menjadi inti dari perjalanan ruhani itu. Ia bukan sekadar etika sosial, melainkan kesadaran teologis bahwa semua capaian adalah amanah Allah. Dalam perspektif Psikologi Langit, tawadhu’ melahirkan energi spiritual yang membimbing manusia untuk tetap rendah hati ketika berhasil dan tetap kuat ketika diuji.
Realitas pendidikan hari ini masih menyisakan ironi. Kita dikejutkan oleh kabar tragis seorang anak usia 10 tahun yang mengakhiri hidup karena tekanan biaya pendidikan. Di Nusa Tenggara Timur, potret buram pendidikan dasar menunjukkan bahwa akses terhadap pembelajaran yang layak masih dibayangi beban ekonomi keluarga. Pendidikan yang seharusnya menjadi jalan memuliakan manusia justru terasa menyesakkan bagi sebagian masyarakat. Dalam konteks ini, keadilan sosial dalam pembiayaan pendidikan bukan sekadar isu teknokratis, tetapi panggilan moral dan spiritual.
Langkah Presiden Prabowo Subianto yang memanggil 1.200 rektor dan guru besar ke Istana pada 15 Januari 2026 menjadi sinyal penting bahwa negara hadir untuk menurunkan beban biaya kuliah melalui efisiensi operasional, peningkatan kualitas, dan penguatan dana riset hingga Rp12 triliun. Namun kebijakan struktural saja tidak cukup. Pendidikan membutuhkan transformasi nilai. Tanpa tawadhu’, kebijakan bisa menjadi kering; tetapi dengan tawadhu’, kebijakan akan melahirkan empati dan keberpihakan pada yang lemah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!