Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

VISI | Spirit Ramadan: Kunci Tawadu

ED
Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:09 WIB
Bagikan
VISI | Spirit Ramadan: Kunci Tawadu
  • “Tawadhu’ di ruang kelas: dari empat kelas yang terselesaikan sehari hingga refleksi keadilan pendidikan. Merendah karena Allah, meninggi dalam kemanfaatan.”

Oleh A. Rusdiana

  • Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Dewan Pembina PERMAPEDIS Jawa Barat
  • Dewan Pakar Perkumpulan Wagi Galuh Puseur.
  • Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Mishbah Cipadung Bandung
  • Yayasan Pengembangan Swadaya Mayarakat Tresna Bhakti Cinyasag Panawangan

RAMADAN selalu menghadirkan ruang kontemplasi yang jernih: manusia diingatkan kembali pada hakikat dirinya sebagai hamba yang lemah, namun dimuliakan ketika berserah. Tawadhu’ menjadi inti dari perjalanan ruhani itu. Ia bukan sekadar etika sosial, melainkan kesadaran teologis bahwa semua capaian adalah amanah Allah. Dalam perspektif Psikologi Langit, tawadhu’ melahirkan energi spiritual yang membimbing manusia untuk tetap rendah hati ketika berhasil dan tetap kuat ketika diuji.

Realitas pendidikan hari ini masih menyisakan ironi. Kita dikejutkan oleh kabar tragis seorang anak usia 10 tahun yang mengakhiri hidup karena tekanan biaya pendidikan. Di Nusa Tenggara Timur, potret buram pendidikan dasar menunjukkan bahwa akses terhadap pembelajaran yang layak masih dibayangi beban ekonomi keluarga. Pendidikan yang seharusnya menjadi jalan memuliakan manusia justru terasa menyesakkan bagi sebagian masyarakat. Dalam konteks ini, keadilan sosial dalam pembiayaan pendidikan bukan sekadar isu teknokratis, tetapi panggilan moral dan spiritual.

Langkah Presiden Prabowo Subianto yang memanggil 1.200 rektor dan guru besar ke Istana pada 15 Januari 2026 menjadi sinyal penting bahwa negara hadir untuk menurunkan beban biaya kuliah melalui efisiensi operasional, peningkatan kualitas, dan penguatan dana riset hingga Rp12 triliun. Namun kebijakan struktural saja tidak cukup. Pendidikan membutuhkan transformasi nilai. Tanpa tawadhu’, kebijakan bisa menjadi kering; tetapi dengan tawadhu’, kebijakan akan melahirkan empati dan keberpihakan pada yang lemah.

Pengalaman personal pada hari perdana perkuliahan semester genap 2026 menjadi refleksi kecil dari nilai tersebut. Semula tugas mengajar empat kelas (10 SKS) dijadwalkan dua hari. Namun dengan kesabaran, ikhtiar, dukungan tulus dari admin prodi, serta kesungguhan mahasiswa, seluruh proses pembelajaran dapat diselesaikan dalam satu hari, dari pukul 09.20 hingga 15.00. Ini bukan sekadar efisiensi waktu, tetapi pelajaran tentang kolaborasi yang lahir dari kerendahan hati. Tawadhu’ membuat kita tidak merasa bekerja sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem kebaikan.

Memasuki tahun 2026 dan perjalanan setahun dari fase “penjelajah” menuju “fanatik nilai” (22 Januari 2025–22 Januari 2026), terdapat kesadaran baru bahwa capaian bukanlah ruang untuk meninggikan diri, tetapi momentum untuk semakin merunduk. Dalam dunia akademik yang sering diwarnai kompetisi dan pencitraan, tawadhu’ adalah kekuatan sunyi yang menjaga keikhlasan. Ia menjadikan mengajar bukan sekadar transfer ilmu, tetapi ibadah yang menghidupkan.

Sebagaimana padi yang semakin berisi semakin merunduk, demikian pula orang berilmu seharusnya semakin rendah hati: Pergi ke sawah menanam padi, Padi menguning menunduk indah. Orang berilmu semakin rendah hati, Itulah tanda jiwa tawadhu’. Bait pantun ini bukan sekadar estetika bahasa, tetapi filosofi pendidikan. Ilmu yang tidak melahirkan tawadhu’ akan melahirkan kesombongan intelektual. Sebaliknya, ilmu yang dibingkai dengan tawadhu’ akan menghadirkan keberkahan sosial.

Dalam kerangka “Cerdas Spiritual, Tangguh Digital”, tawadhu’ menjadi fondasi penting. Kecerdasan digital tanpa kerendahan hati akan melahirkan generasi yang unggul secara teknis tetapi rapuh secara moral. Sebaliknya, kecerdasan spiritual yang dibangun di atas tawadhu’ akan melahirkan generasi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berempati dan berkeadilan.

Puasa mendidik kita untuk merunduk tanpa merasa rendah, memberi tanpa merasa berjasa, dan bekerja tanpa menuntut pujian. Dari ruang kelas sederhana hingga ruang kebijakan nasional, nilai tawadhu’ adalah energi transformasi. Ia menghubungkan antara pengalaman personal, tanggung jawab akademik, dan cita-cita keadilan pendidikan.

Pada akhirnya, tawadhu’ adalah jalan sunyi menuju kemuliaan. Ia menenangkan jiwa, menguatkan kolaborasi, dan mendekatkan manusia kepada Allah. Pendidikan yang dibangun di atas tawadhu’ akan melahirkan peradaban yang berkeadilan: rendah di hadapan Tuhan, namun tinggi dalam kemanfaatan bagi sesama. Wallahu A’lam.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.