VISI | Silaturahmi = Networking: Strategi Rasulullah Bangun Jaringan Bisnis
Oleh Nuslih Jamiat
DI SEBUAH kafe kekinian di kawasan Senayan, Faisal, seorang alumni Pesantren Gontor, sedang berbincang santai dengan tiga rekannya yang juga alumni pesantren berbeda. Mereka bertemu bukan untuk arisan atau sekadar nostalgia, tetapi untuk membahas rencana kolaborasi bisnis. Faisal yang berbisnis fashion Muslim, bertemu dengan Andi yang bergerak di bidang digital marketing, Rizki yang memiliki jaringan distributor nasional, dan Ahmad yang ahli di bidang keuangan syariah.
"Alhamdulillah, dalam dua jam pertemuan ini, kami sudah sepakat untuk kolaborasi. Andi akan bantu marketing digital produk saya, Rizki akan distribusikan ke jaringannya, dan Ahmad akan bantu atur cash flow dengan sistem syariah," cerita Faisal dengan antusias. Pertemuan sederhana ini berujung pada kesepakatan bisnis senilai ratusan juta rupiah—tanpa proposal formal, tanpa biaya konsultan, hanya berdasarkan kepercayaan yang dibangun sejak mereka sama-sama mondok dulu.
Inilah kekuatan silaturahmi. Dalam bahasa modern, kita menyebutnya networking. Namun sejatinya, konsep ini telah diajarkan Rasulullah SAW lebih dari 14 abad yang lalu. Beliau bersabda, "Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah: Master Networker Sepanjang Masa
Sebelum menjadi nabi, Muhammad SAW adalah seorang pedagang yang sangat sukses. Kesuksesannya bukan hanya karena kejujurannya dalam berdagang, tetapi juga karena kemampuannya membangun relasi yang kuat dengan berbagai kalangan. Beliau tidak pilih-pilih dalam bersilaturahmi. Dari orang kaya hingga orang miskin, dari pemimpin Quraisy hingga budak, semua diperlakukan dengan baik dan hormat. Ketika masih muda, Muhammad SAW sering mengikuti pamannya Abu Thalib dalam perjalanan dagang. Di situ beliau belajar tidak hanya tentang jual beli, tetapi juga tentang bagaimana membangun hubungan baik dengan para pedagang dari berbagai suku dan daerah. Kemampuan komunikasi dan kepribadiannya yang ramah membuat banyak orang senang berbisnis dengannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!