VISI | Sekolah Vampir
Sekolah Vampir ini bukan sekadar satire. Ia adalah simbol kebutuhan mendesak akan pendidikan karakter yang tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga kepada orang dewasa yang memegang kekuasaan.
Dalam matematika, pertumbuhan eksponensial bisa dihentikan dengan mengubah rasionya. Jika rasionya kurang dari 1, maka grafiknya menurun. Artinya, untuk menghentikan penyebaran vampir sosial, kita harus: Memperkuat sistem pengawasan, menegakkan hukum tanpa tebang pilih, memberikan teladan nyata dari pimpinan tertinggi, serta menguatkan pendidikan karakter sejak dini. Jika tidak, kita hanya menonton grafik yang terus naik hingga akhirnya sistem itu sendiri kolaps.
Sebagai guru matematika, penulis percaya angka tidak pernah berbohong. Ia menunjukkan pola. Dan pola sosial kita hari ini mengingatkan pada bahaya eksponensial. Namun sebagai pendidik, saya juga percaya pada satu hal: manusia bisa berubah. Jika vampir adalah metafora ketamakan, maka malaikat adalah metafora kesadaran.
Pendidikan adalah jembatan antara keduanya. Sekolah tidak boleh menyerah pada gelapnya zaman. Justru dalam gelap, lilin kecil lebih terlihat cahayanya.
Jika satu vampir bisa melahirkan miliaran vampir dalam hitungan minggu, bayangkan jika satu manusia jujur melahirkan dua manusia jujur, lalu empat, lalu delapan. Matematika yang sama bisa berlaku untuk kebaikan. Pertanyaannya sederhana: kita ingin menjadi bagian dari deret mana? Deret vampir yang tumbuh karena ketamakan? Atau deret malaikat yang tumbuh karena integritas?
Negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Tetapi selama masih ada sekolah, masih ada guru, masih ada ruang untuk mengajarkan kebenaran, harapan itu belum padam. Sekolah Vampir hanyalah metafora. Namun jika kita tidak hati-hati, ia bisa menjadi kenyataan sosial. Dan sebelum semua terlambat, mungkin sudah saatnya kita kembali ke ruang kelas bukan hanya untuk mengajar anak-anak, tetapi untuk mengingatkan orang dewasa: bahwa kekuasaan tanpa nurani hanyalah kegelapan yang menunggu fajar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!