VISI | Sekolah Adab
Sekolah adab bukan berarti sekolah tanpa matematika atau sains. Justru ia menjadikan ilmu sebagai jalan untuk mengasah kebijaksanaan. Di sekolah adab, anak tidak hanya diajari membaca dan berhitung, tetapi juga bagaimana memperlakukan sesama dengan hormat. Mereka diajarkan bahwa berbeda bukan musuh, bahwa mendengarkan lebih penting daripada membantah, bahwa meminta maaf bukan kelemahan, dan memaafkan adalah keunggulan. Sekolah adab adalah tempat lahirnya pemimpin yang tahu diri, bukan tahu kuasa.
Di Jepang, adab adalah bagian paling awal dari pendidikan. Di sekolah-sekolah dasar, anak-anak diajarkan cara menyapa, cara membungkuk, cara membersihkan kelasnya sendiri, dan cara bertanggung jawab terhadap lingkungan. Di negeri ini, pembentukan karakter bukan kegiatan sambilan, tapi jantung dari sistem pendidikan.
Di Australia, pendidikan karakter diterapkan dalam seluruh mata pelajaran. Anak-anak diajak berdiskusi, berempati, dan memahami konsekuensi moral dari setiap tindakan. Untuk urusan kecil seperti antre atau menyapa guru, mereka butuh waktu bertahun-tahun mendidiknya. Karena bagi mereka, lebih baik anak terlambat belajar sains, daripada ia tumbuh menjadi cerdas tapi arogan dan tak menghargai orang lain.
Lalu kita, Indonesia, negeri yang katanya menjunjung tinggi adat ketimuran, kenapa justru gagal dalam perkara ini?
Ada yang salah dalam orientasi pendidikan kita hari ini. Kurikulum memang mencantumkan Profil Pelajar Pancasila; beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia sebagai dimensi utama. Tapi pada praktiknya, dimensi ini menjadi formalitas. Pendidikan karakter digelar dalam pelatihan kilat, bukan pembiasaan. Kegiatan ekstrakurikuler disempitkan hanya sebagai pengisi waktu luang, bukan sebagai media pembentukan kepribadian.
Pendidikan adab tidak bisa dilakukan dengan satu-dua sesi ceramah. Ia butuh keteladanan, konsistensi, dan ketegasan. Ia lahir dari kultur sekolah, bukan sekadar modul. Maka, ketika guru membentak murid, ketika kepala sekolah bersikap otoriter, atau ketika pejabat pendidikan melakukan penyimpangan dana BOS, pesan moral apa yang sedang kita tanamkan kepada anak-anak kita?
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!