VISI | Sadio Mané dan Administrasi Publik: Ketika Pesepak Bola Membangun Desa

ED
Senin, 9 Februari 2026 | 04:35 WIB
Bagikan
VISI | Sadio Mané dan Administrasi Publik: Ketika Pesepak Bola Membangun Desa

Oleh: Engkus Kustyana

PEMBANGUNAN sering kali dibayangkan sebagai urusan negara: anggaran besar, regulasi tebal, dan rapat panjang. Namun, dari sebuah desa kecil di Senegal bernama Bambali, dunia justru belajar bahwa pembangunan bisa lahir dari kesadaran personal, empati sosial, dan keberpihakan pada warga paling bawah. Tokohnya adalah Sadio Mané, pesepak bola dunia, yang dengan caranya sendiri menghadirkan makna pembangunan yang kerap hilang dalam praktik administrasi publik modern.

Mané membangun sekolah, rumah sakit, akses air bersih, jaringan listrik, hingga memberikan bantuan rutin kepada warga desanya. Ia tidak menunggu program nasional, tidak menunggu proposal disetujui, dan tidak sibuk membingkai kegiatannya dengan istilah teknokratis. Ia melihat kebutuhan, lalu bertindak. Dalam perspektif administrasi publik, inilah bentuk paling jujur dari pelayanan publik: hadir ketika dibutuhkan.

Mark Moore (1995) menyebutnya sebagai public value, yakni nilai publik yang tercipta ketika tindakan menghasilkan manfaat nyata, diterima masyarakat, dan berkelanjutan. Apa yang dilakukan Mané memenuhi ketiganya. Dampaknya terasa, diterima warga, dan membangun harapan jangka panjang. Bahkan, jika dibandingkan dengan banyak program pembangunan formal, hasilnya justru lebih cepat dan minim resistensi.

Lebih jauh, praktik Mané sejalan dengan gagasan community-based development. Korten (1984) menegaskan bahwa pembangunan akan efektif ketika bertumpu pada kebutuhan nyata masyarakat dan kekuatan lokal. Bambali tidak dibangun dengan proyek mercusuar, melainkan dengan fasilitas dasar yang menentukan kualitas hidup. Sekolah dibangun karena anak-anak membutuhkannya. Rumah sakit hadir karena akses kesehatan adalah hak dasar, bukan privilese.

Dalam konteks tata kelola, pendekatan ini juga bersinggungan dengan collaborative governance. Ansell dan Gash (2008) menyatakan bahwa urusan publik tidak lagi dapat diselesaikan oleh negara semata, melainkan melalui kerja sama berbagai aktor. Mané mungkin bertindak sebagai individu, tetapi keberhasilannya lahir dari keterhubungan dengan komunitas, tokoh lokal, dan nilai-nilai sosial yang hidup di desa tersebut.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.