VISI | Qulil Haq dengan Bijak

ED
Minggu, 6 April 2025 | 06:20 WIB
Bagikan
VISI | Qulil Haq dengan Bijak

Oleh Aep S. Abdullah

PERNAHKAH kita melihat orang menyampaikan pendapat melalui medsos tapi nadanya seperti mau debat final lawan mantan? Serius, kadang kita niatnya cuma mau bilang, “Maaf Pak, sabuk pengamannya belum dipasang,” tapi nadanya seperti, “Hei pendosa, bertobatlah!”. Jadinya bukan diterima, malah ditinggalin atau diblokir—padahal belum follow.

Nah, ini sering terjadi dalam kehidupan masyarakat kita. Ketika ada perbedaan pendapat, yang keluar bukan argumen, tapi emosi dan status WhatsApp nyindir-nyindir. Padahal menyampaikan pendapat yang menurutnya benar itu ibarat ngasih obat ke anak kecil. Kalau langsung disuapin tanpa gula, ya pasti muntah. Tapi kalau dikasih rasa stroberi, eh malah minta nambah.

Dalam hidup bermasyarakat, menyampaikan pendapat kadang seperti main ular tangga—salah-salah bisa balik ke kotak satu. Apalagi kalau pendapat kita bertentangan dengan arus mayoritas, bisa langsung kena label: “Radikal” atau “Liberal,” bahkan yang paling menyeramkan, “Bukan dari kelompok kita.” Padahal dalam Islam, perbedaan itu rahmat, bukan bahan bakar drama.

Ungkapan "Qulil haqqa walau kana murran" alias “Katakanlah kebenaran meskipun pahit,” sering dijadikan senjata untuk ngomong sembarangan. Tapi sayangnya, banyak yang hanya ambil "katakanlah kebenaran", tapi lupa bagian "walau pahit"-nya harus disampaikan dengan cara yang manis. Ujung-ujungnya, bukan dakwah tapi debat kusir yang tak berkesudahan.

Allah SWT sendiri dalam Surah Al-Ahzab ayat 70 berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar." Tapi ingat, perkataan benar itu bukan berarti boleh sembarangan. Harus dengan hikmah, adab, dan tentunya empati. Jangan sampai kita merasa paling Islami tapi malah kehilangan akhlak Islami.

Karena harus diingat, kalau kita merasa yang paling benar, itu telah merendahkan diri sendiri, karena kita tidak bisa menghargai kebenaran yang diyakini orang lain.  Bahkan, mungkin yang mereka yakini lebih baik dari kebenaran yang menjadi keyakinan kita.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.