VISI | Qulil Haq dengan Bijak
Kita boleh menyampaikan kritik. Tapi jangan lupa, kritik yang baik seperti nasi goreng—ada rasa, ada bumbu, dan tetap bisa dinikmati semua orang. Bukan seperti sambel setan yang bikin orang trauma makan pedas seumur hidup.
Kebenaran itu tidak butuh suara paling lantang. Ia hanya butuh hati yang tenang dan sikap yang bijak. Jangan sampai kita kehilangan substansi hanya karena gaya penyampaian yang bikin sakit hati.
Maka mari kita sampaikan kebenaran dengan bijak. Jangan dijadikan senjata untuk menyerang, tapi jembatan untuk memahami. Jangan sampai niat menyuarakan kebenaran justru menjauhkan orang dari kebaikan.
Karena "Qulil haqqa walau kana murran" itu bukan tentang membentak, tapi tentang ketegasan yang dibalut kelembutan. Bukan tentang siapa paling benar, tapi siapa yang paling bisa menjaga kebenaran tetap mulia.
Sampaikan kebenaran dengan bijak. Jangan biarkan semangat menyampaikan kebenaran berubah jadi alasan untuk jadi intoleran. Kebenaran yang tak disampaikan dengan cara yang benar, hanya akan jadi luka yang tak kunjung sembuh.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!