VISI | Produk Santri, Dari Lokal ke Global
5. Teknologi Tepat Guna Beberapa pesantren juga mulai mengembangkan inovasi berbasis teknologi seperti aplikasi digital untuk manajemen pesantren, konten edukatif Islam dalam bentuk e-book dan video, serta produk teknologi sederhana yang memudahkan kehidupan sehari-hari.
Program OPOP: Kunci Sukses Kemandirian Pesantren
Program One Pesantren One Product (OPOP) yang digagas oleh pemerintah provinsi Jawa Barat telah menjadi model sukses dalam memberdayakan pesantren secara ekonomi. Melalui program ini, setiap pesantren dibina untuk mengembangkan satu produk unggulan, entah itu pertanian, kuliner, atau kerajinan.
"OPOP mendapat penghargaan inovasi pelayanan publik dalam pemberdayaan masyarakat yang ditetapkan oleh Kemenpan-RB pada tahun 2020," kata Tutus Iskarima, tokoh yang terlibat dalam program OPOP. Program ini telah sukses membina ribuan pesantren di Jawa Barat, dan beberapa pesantren binaan bahkan mengikuti pameran tingkat internasional di Turki.
Kunci kesuksesan OPOP terletak pada pendampingan yang intensif dan berkelanjutan. Pesantren tidak hanya diberi pelatihan teknis tentang cara membuat produk, tetapi juga dibimbing dalam aspek manajemen usaha, branding, packaging, dan pemasaran. Selain itu, ada upaya untuk menghubungkan produk pesantren dengan pasar yang lebih luas melalui pameran, marketplace online, dan kerjasama dengan retailer.
Pesantren Daarut Tauhid: Model Bisnis Berkelanjutan
Di Bandung, Pondok Pesantren Daarut Tauhid menjalankan Koperasi Pesantren (Kopontren) dengan basis syariah dan profesionalisme. CEO Kopontren Daarut Tauhid, Peri Risnandar, mengungkapkan bahwa usaha koperasi tersebut menjadi bentuk model bisnis berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.
Menurut Wawan Dewanto dari SBM-ITB, pesantren sangat menunjang isu keberlanjutan (sustainability) karena mampu memberikan kontribusi dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kontribusi ekonomi pesantren terlihat dari peningkatan taraf hidup masyarakat melalui wirausaha, pengurangan pengangguran dari sisi sosial, serta upaya menjaga lingkungan dengan mengurangi limbah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!