VISI | Produk Santri, Dari Lokal ke Global
Kisah Sukses: Rohmat dan Kemandirian Pesantren Banyuwangi
Di Banyuwangi, Jawa Timur, seorang santri bernama Rohmat telah membuktikan bahwa kerajinan tangan bukan sekadar hobi, tetapi bisa menjadi sumber penghidupan yang layak. Berawal dari keprihatinan melihat santri yang terlalu bergantung pada kiriman orang tua, Rohmat berinisiatif untuk mengajarkan keterampilan kerajinan kepada sesama santri.
"Padahal saya menilai, jika sosok santri ini menjadi pelaku usaha, maka akan banyak memiliki keunggulan tambahan lain. Semisal sosok santri ini dikenal dengan ketekunan, kejujuran, konsekuensi, keluhuran akhlak, sampai komitmen yang kuat. Sangat disayangkan jika mereka tidak pernah diajarkan dalam berwirausaha," ujar Rohmat.
Langkah awal dimulai dengan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi. Rohmat mengadakan pelatihan kerajinan di Pesantren Sunan Kalijaga, pesantrennya sendiri, sebagai langkah awal. Kemudian berkembang ke Pesantren Sunan Gunung Jati dan Pesantren Raudlatul Alfiyah.
Tantangan muncul ketika banyak peserta yang setelah dilatih tidak menghasilkan output signifikan. Sebagai solusi, Rohmat bertindak sebagai fasilitator dengan menyediakan bahan baku, membantu proses produksi, hingga memasarkan produk melalui jaringan bisnisnya. "Saya yang menjadi fasilitator santri dalam penyediaan bahan baku, proses produksi, sampai pemasaran di beberapa kolega bisnisku. Karena kebetulan saya menjabat sebagai pengurus beberapa perkumpulan para pengusaha kerajinan yang ada di Banyuwangi," ujar wakil ketua Perkumpulan Asosiasi Kerajinan Artistik Banyuwangi (Pakarwangi).
Hasilnya luar biasa. Hanya dengan modal satu karung limbah kayu seharga Rp25 ribu, Rohmat mampu menghasilkan keuntungan jutaan rupiah dan ratusan produk kerajinan seperti gantungan kunci, kaligrafi, asbak, dan berbagai model kerajinan lainnya. Produknya dipasarkan melalui outlet di Banyuwangi, marketplace online seperti banyuwangi-mal.com, dan bahkan menerima pesanan dari luar daerah seperti Jakarta, Lumajang, hingga Bali.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!