Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

VISI | Produk Santri, Dari Lokal ke Global

ED
Rabu, 14 Januari 2026 | 06:27 WIB
Bagikan
VISI | Produk Santri, Dari Lokal ke Global

Kini, pesantren-pesantren yang ia fasilitasi mampu berdikari. Ada yang memiliki mesin produksi kerajinan sendiri. Yang terpenting, santri-santri sekarang sudah tidak lagi dimanjakan dari kiriman orang tua mereka masing-masing. Mereka belajar mandiri, produktif, dan memiliki skill yang bisa digunakan setelah lulus dari pesantren.

Produk Santri yang Menginspirasi

Beragamnya produk yang dihasilkan santri menunjukkan kreativitas tanpa batas. Berikut beberapa kategori produk unggulan yang berhasil dikembangkan pesantren di Indonesia:

1. Kerajinan Tangan Santri di berbagai pesantren menghasilkan kerajinan tangan dari berbagai bahan, mulai dari limbah kayu, bambu, hingga kain perca. Produk-produk seperti tas anyaman, kaligrafi, dompet rajut, hiasan dinding, dan souvenir khas Islam menjadi primadona. Kerajinan tangan ini tidak hanya menarik dari sisi estetika, tetapi juga mengandung nilai ramah lingkungan karena memanfaatkan bahan daur ulang.

2. Produk Pangan Olahan Pesantren juga aktif dalam mengembangkan produk pangan olahan seperti keripik, kacang, roti, hingga kopi organik. Pesantren An Nur 2 Al Murtadlo di Malang, misalnya, telah berhasil memproduksi Kapiten Kopi yang mampu menembus pasar ekspor ke Malaysia. Sementara itu, santri di Pondok Pesantren PPI AMF berhasil mengembangkan Teh Putri Malu, inovasi herbal yang diklaim mampu membantu mencegah insomnia dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Produk Fashion dan Tekstil Banyak pesantren yang mengembangkan produk fashion Islami seperti mukena, sarung, peci, gamis, dan hijab. Produk-produk ini tidak hanya memenuhi kebutuhan internal santri, tetapi juga dijual ke masyarakat umum. Beberapa pesantren bahkan telah mengembangkan brand fashion sendiri dengan desain yang modern namun tetap syar'i.

4. Pertanian dan Peternakan Pesantren Al-Ittifaq di Ciwidey sudah terkenal dengan produk pertanian hortikulturenya yang dijual ke supermarket nasional. Sementara itu, banyak pesantren lain yang mengembangkan budidaya tanaman hidroponik, jamur tiram, atau produk peternakan seperti telur ayam kampung dan susu kambing etawa.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.