Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

VISI | Penilaian Subjektif dan Objektif

ED
Minggu, 21 Juni 2026 | 06:45 WIB
Bagikan
VISI | Penilaian Subjektif dan Objektif

Oleh Idat Mustari

SERING kita mendengar istilah “Subjektif dan Objektif”, terutama saat membicarakan soal pendapat, penilaian hingga pengambilan keputusan. Penilaian subjektif dan objektif berlaku di ruang manapun, di ruang bisnis,  pendidikan, politik, bahkan penilaian pada diri sendiri. Begitupun ada kalanya orang bicara,”Jika menilai seseorang harus objektif jangan subjektif”. Seperti menegaskan bahwa penilaian subjektif berkonotasi negatif dan tidak baik.

Subjektif berasal dari kata subjek, yang merujuk pada individu atau orang yang memiliki pandangan atau perasaan tertentu. Maka, sesuatu yang bersifat subjektif sangat dipengaruhi oleh pendapat pribadi, emosi dan pengalaman seseorang. Penilaian subjektif itu sangat personal artinya bisa saja bagus menurut seseorang, tidak bagus menurut yang lainnya.

Sementara itu, objektif berasal dari kata objek, artinya sesuatu yang berada di luar diri kita dan dapat dilihat atau dinilai secara netral. Penilaian objektif itu berdasarkan data, fakta atau KPI. Penilaian objektif kelebihannya bisa diuji oleh siapapun dan bisa dipertanggung jawabkan di depan publik karena jelas dan terukur.

Penilaian subjektif dan objektif sebenarnya bukan hal yang harus dipertentangkan sebab keduanya punya fungsi masing-masing. Misalnya penilaian seorang atasan pada karyawanya bisa menggabungkan dua penilaian ini. Mengukur kemampuan seorang karyawan dalam meraih target, bisa diukur persentasenya, ini menggunakan penilaian objektif. Seberapa besar kemampuan bekerjasama dengan karyawan lainnya, seberapa besar loyalitas, dedikasi  ini menggunakan penilaian subjektif.

Penilaian seorang atasan pada bawahannya sangatlah baik jika mampu mengabungkan penilaian objektif dan subjektif. Karena dengan kombinasi keduanya bisa menjadi pendekatan yang baik untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang pemahaman dan kemampuan seorang karyawan.

Kenapa ada orang bicara,” Jika menilai seseorang harus objektif jangan subjektif”. Pada umumnya  penilaian yang subjektif sering kali dianggap negatif karena rentan terhadap bias pribadi, perasaan, atau prasangka. Karena tidak suka akhirnya menilai seseorang menjadi tidak adil. Di dalam Islam diajarkan untuk tidak subjektif, seperti terdapat dalam Al-Quran,”Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS.All-Maidah : 8 ).

Penilaian subjektif sebenarnya bisa menjadi alat ukur penilaian seseorang pada lainnya, jika dilandasi oleh hati yang bersih, tulus tanpa vested interest, jika tidak, maka cenderung mengarah ke fitnah dan ghibah yang tentu saja  ini jadi dosa.

Wallahu’alam.***

Komentar (1)

Tulis Komentar

S

Suci

2 months ago

Sangat setuju dengan informasi tersebut👍🙏

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.