Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

VISI | Pemimpin Teladan

ED
Rabu, 8 Juli 2026 | 06:24 WIB
Bagikan
VISI | Pemimpin Teladan

Oleh Idat Mustari

INDONESIA adalah negeri yang kaya budaya, kaya Sumber Daya Alam, namun alangkah malangnya, sebab itu semua hanya tertulis di buku-buku pelajaran sekolah. Sepertinya hanya dongeng, sebab ternyata negeri ini punya hutang yang selangit. Rakyatnya banyak yang tidak kaya alias miskin. Kalau pun ada yang kaya hanya segelintir orang. Sebagian dari kaum perempuan negeri  ini rela berpisah dari anak dan suaminya   untuk mejadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) alias Babu demi mengais rezeki.  Mereka pulang bukan membawa uang tetapi penderitaan dan siksaan yang dilakukan oleh majikan mereka. 

Di Asia, negeri ini kaya dengan sumber daya alamnya dibandingkan negara-negara lainnya. Namun income per capita negara Indonesia masih dalam kategori rendah. Indonesia tertinggal jauh dibandingkan Malasya dan Thailand, bahkan Vietnam.

Di saat orde baru terguling dan digantikan oleh orde reformasi, tentu saja dengan sebuah harapan Indonesia menjadi lebih baik. Masa melahirkan para pemimpin yang berintegritas karena dipilih secara demokrartis. Tapi itu hanyalah sebuah harapan saja sebab justru korupsi  semakin merajalela. Jika di jaman orde baru korupsi terkonsentrasi di pusat, sekarang tersebar di semua lapisan birokrasi bahkan dilakukan oleh penegak keadilan yang sejatinya bertugas memberantas korupsi seperti kepolisian, kejaksaan dan pengadilan.

Ada satu pertanyaan yang menjentik rasa dalam kehidupan berbangsa saat ini ,”Adakah sosok pemimpin yang bisa jadi teladan ? Yang menempatkan kepentingan rakyat daripada kepentingan dirinya, keluarganya dan kelompoknya. Pemimpin yang sangat percaya bahwa kepemimpinannya akan diminta pertanggungjawaban kelak di akherat. Pemimpin yang tak bisa tidur nyenyak melihat penderitaan rakyatnya. Pemimpin yang adil, yang tegas dan yang mampu menangkap suara murni, suara kejujuran.

Tak salah jika sekarang ini kita sedang dalam krisis keteladanan. Bangsa ini hanya akan berubah menjadi bangsa yang sejahtera jika dipimpin oleh orang yang bisa jadi suri tauladan. Tentu kita seharusnya bisa belajar pada sosok manusia yang sempurna yakni Muhammad Saw,yang mampu merubah  bangsa Arab yang jahiliyah menjadi bangsa yang bermartabat. 

Atau bisa belajar pada Umar bin Khattab ra saat menjabat sebagai khilafah. Di masa Umar,  Islam menjadi sebuah kekuatan besar. Banyak wilayah yang dalam pemerintahan kekuatan Romawi dan Persia mampu ditaklukkan oleh pemerintahan Islam. Pun dalam ekonomi dan sosial, masyarakat Islam tergolong Makmur. Meski begitu, Umar tetap menjadi pribadi sederhana, rendah hati, tetapi tegas. 

Tentu menjadi pemimpin di negeri ini tidak harus berpakaian sesederhana Umar Bin Khatab ra, atau meniru bisa memanggul beras untuk diberikan ke orang miskin .Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk bersikap adil. Adil  pada setiap orang bahkan pada keluarganya sendiri.

Boleh jadi,  sekarang dikalangan masyarakat terbagi dalam  dua kelompok. Kelompok pertama, adalah mereka yang sudah berputus asa bisa menemukan pemimpin teladan. Mereka sudah apatis, pesimis. Kedua adalah mereka yang masih menyimpan harapan besar bahwa pasti akan terlahir sosok pemimpin teladan meskipun entah kapan. Dan anda masuk ke dalam kelomppok yang mana ?!. ***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.