VISI | Pemilu Selesai, Akankah RS Jiwa Membludak?
Untuk bisa mendapatkan jabatan tersebut, mayoritas banyak yang menggunakan segala cara dari bujuk rayu, visi misi, uang hingga fasilitas hidup. Bahkan diantaranya akan dijanjikan untuk mendapatkan jabatan.
Bukan rahasia umum lagi, bahwa banyak caleg yang menggelontorkan dana besar untuk bisa menjadi anggota legislatif ataupun pemimpin daerah. Bahkan didalam tayangan podcast dari narasumber pelaku langsung yang wajahnya disamarkan menyampaikan bahwa untuk dapat menjadi Caleg DPR Pusat untuk bisa terpilih minimal harus menggelontorkan dana sebesar 40 Miliar.
Uang tersebut digunakan untuk kampanye, dana partai, logistik, acara panggung hiburan, kader dan untuk memberikan uang pelicin bagi warga pemilihnya. Bahkan uang 40 Miliar tersebut belum jaminan bisa otomatis terpilih apabila saingan mereka juga menggelontorkan uang yang lebih diatas 40 Miliar.
Jadi tidak heran apabila setelah Pemilu selesai, banyak ditemukan caleg yang stres hingga depresi bahkan banyak yang mengalami gangguan jiwa dikarenakan kalah dalam pemilihan umum. Ekspektasi mereka yang berlebihan membuat mereka tidak bisa mengendalikan koping sistem individu mereka dengan baik sehingga mereka menjadi stres, depresi, frustasi bahkan hingga menjurus ke perilaku bunuh diri.
Uang yang mereka gelontorkan bermiliar – miliar melayang begitu saja, bahkan setelah pemilu banyak caleg yang gagal yang stres karena banyak hutang dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Dari data Kemenkes di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) bahwa data caleg yang masuk di Rumah Sakit Jiwa pada Pemilu 2019 terjadi lonjakan peningkatan signifikan daripada Pemilu 2014 sebelumnya. Karena pada Pemilu 2024 saat ini jumlah caleg yang ikut bertarung adalah sebesar 245.106 caleg. Dimana caleg yang terpilih hanya sebesar 10%, otomatis 90% caleg harus menerima kenyataan untuk tidak bisa masuk dalam legislatif.
Apabila pemilu kita masih banyak yang memakai politik uang maka sistem demokrasi di Indonesia tidak akan berjalan dengan baik. Bahkan apabila caleg terpilih menggunakan politik uang, maka hal pertama yang mereka pikirkan adalah bagaimana caranya supaya bisa “balik modal” atas uang yang telah mereka keluarkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!