VISI | Parade Adab
Kedua, keteladanan pemimpin – Pemimpin publik harus berani menunjukkan sikap rendah hati, transparansi, dan keberanian moral.
Ketiga, peran guru dan dosen – Merekalah yang bisa menumbuhkan generasi beradab dengan menanamkan nilai-nilai moral sejak dini.
Keempat, ruang untuk generasi muda – Beri kesempatan anak muda berintegritas untuk tampil memimpin, karena masa depan bangsa ada di tangan mereka.
Kelima, penegakan hukum tanpa pandang bulu – Koruptor pendidikan harus dihukum seberat-beratnya, karena mereka bukan hanya merampok uang negara, tetapi juga merampas masa depan anak-anak bangsa.
Parade adab yang kita saksikan hari ini bukan hanya ironi, melainkan juga ancaman bagi keberlanjutan bangsa. Negeri ini bisa maju jika pemimpinnya bukan hanya cerdas, tetapi juga beradab. Pendidikan boleh tinggi, gelar boleh panjang, tapi tanpa adab semuanya sia-sia.
Seperti pesan Ki Hajar Dewantara: “Adab itu di atas ilmu.” Mari kita kembalikan prinsip ini sebagai pijakan utama. Jika tidak, parade keburukan akan terus berlangsung, dan anak bangsa akan tumbuh tanpa teladan.
Maka, saat negeri ini kehilangan cermin, guru, dosen, dan para pendidiklah yang harus menjadi cermin itu—meski sederhana, meski retak, tapi tetap memantulkan cahaya.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!