Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

VISI | Nyinyir!

ED
Senin, 7 Juli 2025 | 06:21 WIB
Bagikan
VISI | Nyinyir!

Oleh Drajat

DALAM kehidupan sehari-hari, kita tidak asing dengan ungkapan, "Orang lain bisa berkata apa saja, yang penting kita tetap di jalur yang benar." Namun, kenyataannya tidak selalu semudah itu. Ketika seseorang mencoba berbuat baik, memperbaiki lingkungan, menginisiasi gerakan sosial, atau sekadar membiasakan sikap positif, respon yang didapat tidak selalu sambutan hangat. Justru, cibiran, komentar sarkastik, dan sinisme kerap muncul. Dalam bahasa populer sekarang: nyinyir.

Kata "nyinyir" menjadi semacam virus sosial. Ia bukan sekadar kritik yang membangun, melainkan komentar tajam, merendahkan, penuh prasangka, dan kerap datang dari mereka yang tidak melakukan apa pun. Parahnya, nyinyiran sering kali disampaikan oleh mereka yang berpendidikan tinggi, punya jabatan, bahkan publik figur. Nyinyir menjadi "gaya berbicara" yang dipakai untuk membungkam atau mengecilkan niat baik orang lain.

Nyinyir bukan sekadar kata. Ia telah menjadi gejala sosial. Mudah kita jumpai di media sosial, dalam forum diskusi, bahkan di ruang-ruang pendidikan. Orang melakukan sesuatu yang positif, akan selalu ada yang berkata:

"Sok bijak!"

"Pencitraan saja itu!"

"Ah, biar dilihat atasan!"

"Kalau benar, kenapa baru sekarang?"

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.