VISI | "Ndableg" Dunia Pendidikan!

ED
Rabu, 4 Juni 2025 | 04:38 WIB
Bagikan
VISI | "Ndableg" Dunia Pendidikan!

Keempat, budaya kolaboratif di sekolah. Sekolah harus menjadi ekosistem yang sehat, di mana kepala sekolah dan guru bekerja bersama, bukan saling mencurigai. Budaya saling menghormati, membuka ruang dialog, dan kebebasan akademik harus dijaga.

Kelima, pengawasan oleh masyarakat dan komunitas. Komite sekolah, organisasi profesi guru, dan masyarakat harus menjadi bagian dari sistem kontrol sosial.

Pendidikan adalah urusan publik, bukan milik segelintir elit birokrasi. Budaya mundur dalam dunia pendidikan adalah cerminan dari kepemimpinan yang tidak memiliki arah. Ia tumbuh ketika jabatan menjadi tujuan, bukan amanah. Ia berkembang saat ketakutan lebih dominan daripada keteladanan. Dan ia membusuk ketika guru tidak lagi dimanusiakan.

Namun kita tak boleh kehilangan harapan. Setiap guru, setiap kepala sekolah yang masih peduli, dan setiap pemangku kebijakan yang berniat baik, harus bergerak. Budaya mundur tidak bisa kita biarkan mengakar. Ia harus dilawan dengan keberanian, ilmu, dan keteladanan.

Sudah waktunya kita kembalikan pendidikan ke jalan yang benar—dengan menempatkan orang yang tepat, pada posisi yang tepat, untuk tujuan yang mulia. Sebab jika pendidikan hancur, maka bangsa ini akan hancur dalam senyap, tanpa kita sadari.

  • Doktor Ilmu Pendidikan, Praktisi Pendidikan dan Hipnoterapi

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.