VISI | "Ndableg" Dunia Pendidikan!

ED
Rabu, 4 Juni 2025 | 04:38 WIB
Bagikan
VISI | "Ndableg" Dunia Pendidikan!

Lebih parah lagi, jika kepala sekolah yang tak kapabel ini bersikeras melanjutkan jabatannya demi kepentingan pribadi, atau bahkan mencoba memanipulasi sistem untuk memperpanjang kekuasaannya. Budaya ini menjadi benih dari anti meritokrasi, karena yang muncul bukanlah pemimpin terbaik, tetapi pemimpin yang paling licin bermain sistem. Maka jangan heran jika muncul generasi pemimpin yang lebih peduli pada kosmetika birokrasi daripada mutu pendidikan.

Kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak sama dengan kepemimpinan dalam birokrasi biasa. Ia menuntut kombinasi antara kapasitas intelektual, kepekaan sosial, spiritualitas kepemimpinan, dan kemampuan memotivasi serta membina tim kerja. Kepala sekolah bukan hanya administrator, ia adalah penggerak perubahan, pendamping guru, dan panutan bagi peserta didik.

Sudah saatnya sistem rekrutmen kepala sekolah dan jabatan struktural lainnya dilakukan secara transparan dan berbasis merit, bukan berdasarkan "siapa kenal siapa". Hanya dengan pemimpin yang memiliki kualifikasi akademik dan rekam jejak profesional yang jelas, kita bisa berharap lembaga pendidikan menjadi rumah pembelajaran yang hidup, berdaya, dan membangun masa depan.

Beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan untuk mengatasi budaya mundur dalam kepemimpinan pendidikan antara lain: Pertama, reformasi seleksi kepala sekolah. Proses seleksi harus berbasis kompetensi, pengalaman, dan integritas. Sistem seleksi terbuka, uji publik, dan keterlibatan komunitas pendidikan (termasuk guru dan pengawas) harus diperkuat. Kedua, pelatihan dan sertifikasi kepemimpinan. Semua calon pemimpin lembaga pendidikan wajib mengikuti pelatihan manajemen kepemimpinan pendidikan yang diakui secara nasional. Sertifikasi bukan sekadar formalitas, tetapi alat ukur kemampuan real.

Ketiga, evaluasi berkala berbasis kinerja. Kepala sekolah tidak bisa dibiarkan menjabat terlalu lama tanpa evaluasi. Evaluasi berkala berdasarkan pencapaian program kerja, kepuasan guru, dan kemajuan siswa harus menjadi indikator utama.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.