VISI | Membangun Ekonomi Pesantren Berkelanjutan: “Strategi dan Inovasi” (Bagian 3)
Contoh lain, di pesantren Darussalam (yang dikaji dalam jurnal strategi pesantren), unit usaha agribisnis dan ekonomi kreatif (kerajinan) dikembangkan melalui koperasi sebagai ujung tombak pemberdayaan. jurnal.lp2msasbabel.ac.id Kedua kasus ini menunjukkan bahwa praktik pemberdayaan ekonomi pesantren tidak abstrak — melainkan langkah nyata yang butuh komitmen, kepercayaan, dan manajemen yang transparan.
Tantangan & Kunci Keberlanjutan
Namun, tak ada strategi tanpa tantangan, Di antaranya: 1. Keterbatasan modal awal — banyak pesantren kesulitan mengakses pembiayaan tanpa bunga atau skema syariah yang ramah. 2. Manajemen dan Sumber Daya Manusia (SDM) — pengelola usaha perlu keterampilan manajerial, pemasaran digital, dan akuntansi. 3. Fluktuasi harga dan risiko pasar — kopontren harus menyusun strategi mitigasi risiko supaya usaha pesantren tidak goyah terhadap perubahan kebijakan atau harga pasar. padangjurnal.web.id 4. Kepastian regulasi dan izin — aspek legalitas usaha dan bangunan pesantren juga harus diperkuat agar usaha tidak terganjal izin.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!