VISI | Membangun Ekonomi Pesantren Berkelanjutan: “Strategi dan Inovasi” (Bagian 3)

ED
Kamis, 9 Oktober 2025 | 05:28 WIB
Bagikan
VISI | Membangun Ekonomi Pesantren Berkelanjutan: “Strategi dan Inovasi” (Bagian 3)

Oleh Nuslih Jamiat

DI TENGAH dinamika ekonomi nasional, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. Indonesia pada tahun ajaran 2024/2025 tercatat memiliki lebih dari 39.000 pondok pesantren yang tersebar di seluruh nusantara, dengan konsentrasi terbesar di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten. Databoks+2GoodStats+2 Hal ini menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya lembaga keagamaan atau pendidikan semata, melainkan bagian yang tak terpisahkan dari jaringan sosial-ekonomi umat.

Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana menjadikan pesantren tidak hanya “mandiri secara pendidikan” tetapi juga mandiri secara ekonomi. Dalam perjalanan itu, strategi inovatif mutlak diperlukan—bukan sekadar meniru model koperasi umum, melainkan merancang model ekonomi pesantren yang kontekstual, sesuai nilai-nilai Islam, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Strategi Utama: Diversifikasi Unit Usaha dan Ekonomi Kreatif Salah satu strategi utama yang banyak digagas adalah diversifikasi unit usaha di dalam pesantren. Sebagai contoh, beberapa pesantren mulai mengembangkan usaha agribisnis, budidaya ikan, peternakan, industri kecil kerajinan tangan, hingga toko digital (online store santri). Dalam penelitian tentang strategi pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi pondok pesantren, pengelolaan usaha dilakukan melalui tiga tahap: pemberian pengetahuan, pengkapasitasan (capacity building), dan pendayaan (empowerment) Raden Intan Repository.

Misalnya, Pesantren Nurul Islam di Jember menggabungkan usaha koperasi dengan pemasaran digital — produk santri ditawarkan melalui platform e commerce OPOP (One Pesantren One Product) Jawa Timur. Journal of Islamic Education Model semacam ini memperluas jangkauan pasar pesantren ke kota-kota besar, meningkatkan angka penjualan dan memberi peluang keterlibatan santri dan alumni sebagai pengelola usaha.

Koperasi Pesantren sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Koperasi pondok pesantren (kopontren) seharusnya tidak hanya menjadi wadah simpan-pinjam semata, melainkan motor pemberdayaan ekonomi. Berdasarkan kajian strategi pemberdayaan ekonomi pesantren, penggunaan koperasi sebagai struktur kelembagaan utama dapat mengintegrasikan kekuatan ekonomi pesantren dengan komunitas sekitar. jurnal.lp2msasbabel.ac.id+2Digital Library UINKHAS Jember+2

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.