VISI | Melawan Lupa

ED
Jumat, 14 November 2025 | 05:00 WIB
Bagikan
VISI | Melawan Lupa

Oleh Drajat

ENTAH sampai kapan negeri ini melupakan sejarah. Padahal, Bung Karno telah mengingatkan dengan suara yang menggema melintasi zaman: “Jasmerah — Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah.” Kalimat itu seharusnya menjadi mantra kebangsaan, pengingat abadi bagi mereka yang kini duduk di kursi kekuasaan. Namun, di tengah gegap gempita pembangunan, di antara tumpukan proyek dan janji-janji yang terselip di balik podium politik, pesan itu seolah lenyap ditelan tepuk tangan seremonial.

Khusus di dunia pendidikan, “melupakan sejarah” menjadi penyakit yang menggerogoti idealisme dan kejujuran. Pemimpin pusat hingga daerah, anggota dewan yang terhormat, mereka yang dulu pernah berdiri di depan rakyat dengan semangat perubahan, kini banyak yang terjebak pada euforia kekuasaan. Saat belum menjadi apa-apa, mereka begitu berapi-api bicara tentang masa depan bangsa, tentang pendidikan gratis, guru sejahtera, dan murid cerdas berkarakter. Namun, saat jabatan sudah digenggam, kata-kata itu menguap seperti embun di pagi hari.

Penulis masih ingat suatu hari, diundang dalam acara silaturahmi beberapa tokoh politik dan pemimpin daerah. Mereka datang dengan wajah ramah, tangan terbuka, dan tutur kata penuh sopan santun. “Kami butuh dukungan bapak-ibu semua,” kata mereka. “Kami ingin membawa perubahan, terutama dalam dunia pendidikan.” Nomor ponsel pribadi mereka dibagikan dengan senyum dan janji: “Silakan hubungi kapan saja, kami siap menerima aspirasi rakyat.”

Namun, apa yang terjadi setelahnya? Pesan demi pesan dikirim, tidak untuk meminta, tapi memberi masukan — saran untuk kemajuan daerah. Sayangnya, tidak satu pun dibalas. Bahkan dibaca pun tidak. Ironi yang menyakitkan: ketika rakyat berbicara, penguasa memilih bungkam.

Lupa yang Terencana

Melupakan janji ternyata bisa menjadi bagian dari strategi. Lupa bukan lagi kelalaian, tapi kebiasaan yang terencana. Lupa kepada rakyat, lupa kepada guru, lupa kepada sejarah perjuangan yang melahirkan mereka. Mereka lebih ingat pesta, proyek, dan kepentingan politik jangka pendek.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.