VISI | Mapag Padjadjaran Anyar
Dalam fase kampanye pun, kembali serangan kepada KDM secara bertubi-tubi, di tuduh musyrik hanya karena KDM mencintai budaya Sunda. Tentu saja semua tuduhan itu tidak pada tempatnya, karena KDM adalah muslim sejati, yang selalu menunaikan ibadah salat, ibadah haji, bahkan selalu melaksanakan saum sunat Senin dan Kamis. Selain jawaban tersebut, di jawab oleh masyarakat Sunda yang 99% beragama Islam, dengan secara antusias memilih KDM, dan tidak terpengaruh sama sekali dengan fitnah-fitnah politik tersebut yang ditujukan kepada KDM.
KDM dalam menjalankan agamanya, bukan sekedar ritual, akan tetapi dibuktikan dengan perbuatan yang tulus ikhlash membantu masyarakat kecil yang kesulitan. Penulis ketika mengikuti kampanye KDM dari tempat ke tempat betapa takjubnya, KDM selalu memeluk dengan tangisnya, orang-orang kecil yang sangat butuh bantua. Inilah yang membuat KDM dicintai masyarakat Jawa Barat, tentu saja dengan mayoritas suku Sunda.
Pucuk di cinta ulam pun tiba , masyarakat Sunda sangat mendambakan lahirnya kembali seorang sosok yang selalu di idam-idamkan siapa lagi kalau bukan pangeran Pamanah Rasa, yang ketika di angkat raja bernama Prabu Jayadewata Sribaduga Siliwangi. Insya Allah, sosok tersebut energinya lahir kembali kepada sosok KDM, oleh karena itu manakala KDM terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat, satu tanda bahwa masyarakat Jawa Barat merindukan kembali eksistensi negara yang gemah ripah loh jinawi, tentrem kerta raharja, seperti yang pernah terjadi dalam fase kerajaan Padjadjaran. Harapan yang membuncah untuk Mapag Padjadjaran Anyar, dengan kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi. Mudah-mudahan terjadi, kun fayakun. Aamiin YRA.
- Penulis, Ketua Umum DPP Gerakan Gubernur Aing Dedi Mulyadi (GADIL)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!