VISI | Malaikat Pelindung (Refleksi Hari Ibu)
Oleh Drajat
- Guru
- Doktor Ilmu Pendidikan
- Wasekjen Komnasdik
- Hipnoterapis
- Mindshaper Nusantara
- APKS PGRI Prov. Jabar
KONON, sebelum seorang bayi lahir ke dunia, terjadi sebuah dialog sunyi antara ia dan Sang Pencipta. Dialog yang tidak tercatat dalam kitab sejarah, tidak terdengar oleh telinga manusia, namun terasa kebenarannya dalam denyut kehidupan.
“Ya Tuhanku, Engkau akan mengirimku ke bumi. Aku takut. Aku masih kecil. Siapa yang akan melindungiku di sana?”
Dengan suara penuh ketenangan, Tuhan menjawab, “Aku telah memilihkan seseorang terbaik untuk selalu mendampingimu.” Bayi itu kembali bertanya, suaranya gemetar oleh kecemasan, “Aku sudah bahagia di surga ini. Semua kebutuhanku terpenuhi. Aku takut nanti di bumi permintaanku tak terkabulkan.”
Tuhan kembali menenangkan, “Jangan takut. Aku telah memilihkan makhluk terbaik di antara yang baik.”
Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan sang bayi—tentang rasa takut, kesedihan, sakit, ketidakmampuan berbicara, ketidakberdayaan menghadapi dunia yang asing.
Dan setiap pertanyaan itu dijawab Tuhan dengan nada yang sama: damai, penuh cinta, dan keyakinan.
Hingga angin sepoi-sepoi pertanda waktu kelahiran semakin dekat. “Tuhan, aku akan meninggalkan keindahan surga. Siapakah malaikat pelindungku itu?”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!