VISI | Krisis Nalar Umat, Disebabkan Nasab
"Itulah Buya, pe-er para kiai di kita masih banyak, dan ini siapa lagi yang akan menyerukan pentingnya ilmu, jika bukan kita yang turun mengedukasi umat," ungkap Kang Kiai Faruq.
"Tak ada karomah hebat Buya, jika tak pernah merasakan perih dan beratnya Ibadah."
"Tak akan sampai Iman, jika yang tampak dari kita sebentuk kesombongan diri, atau menyombongkan nasab."
"Makanya banyak fenomena mengunggul-unggulkan nasab, sambil ilmunya sendiri cetek, tak ia punya !"
"Terlalu manja, dan banyak dimudahkan saat ayahnya ada."
"Hal ini banyak dijumpai di para anak kiai, mereka banyak terkecoh oleh kemasyhuran ayah, atau kakek moyangnya, mengunggulkan nasab, sambil mereka tak mempersiapkan dirinya bisa sehebat mereka para moyangnya..."
"Yang pada akhirnya, ilmu yang dimilikinya itu tak seberapa, hingga akhirnya pesantrennya sepi, dan di ditinggalkan oleh para santrinya," ungkap Kang Kiai Faruq mengakhiri perbincangan dengan penulis.
Alhamdulillah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!