VISI | Krisis Nalar Umat, Disebabkan Nasab
Khususnya pada soal salah menafsiri hal terkait shalawatan, manaqiban, dan karomah kiai atau wali.
Mengapa kiai satu ini getek mengulas hal itu?
"Yaa, pertama umat masih harus dididik pemahaman aqidahnya terlebih dahulu...banyak kiai, ulama, di kita menyalahi keharusan mengajarkan ilmu, hingga meninggalkan bab pentingnya berwudhu, dan malah mengutamakan shalawatan...!," tuturnya.
Yaa ini yang sering terjadi di masyarakat kita, akibat propaganda shalawatan itu banyak mengandung keutamaan, karomah, dll, padahal yang diperlukan terlebih dahulu adalah membangun nilai ketauhidannya.
"Akhirnya, lihat banyak kiai dan ustad-ustad di kampung maupun di kota, minim memberikan pencerahan nilai keutamaan ilmu, yang ada, mereka terus saja mengerjakan di majlisnya shalawatan dan shalawatan," ungkapnya.
"Hasilnya mereka berharap shalawatan jadi solusi hidup, berpikir picik, mengharapkan keberkahannya, yang seharusnya dibarengi ilmu ketauhidan supaya shalawatannya menjalur kuat teryakini karena ada ilmunya."
Lalu dalam persoalan manaqiban, kiai juga perlu melihat bahwa umat beragam tingkat pemahamannya.
"Pemahaman mereka tidak bisa disamakan."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!