Soroti Data Desil, Hoerudin Amin: Beasiswa Jangan Dikategorikan sebagai Bansos 31 Aug 2026 Iran Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Uni Emirat Arab 31 Aug 2026 Polri Mutasi Tiga Kapolres di Wilayah Polda Metro Jaya 31 Aug 2026 Dede Yusuf Dorong Penguatan Peranan Bawaslu hingga Tingkat Desa 31 Aug 2026 Usut Tuntas Kematian Bambang Setyawan, Abdullah: Jangan Sampai Timbul Kesan Negara Lakukan Pembiaran 31 Aug 2026 Gunung Sinabung Erupsi, Status Waspada Level II 31 Aug 2026 Golkar Yakin Gus Kikin Rangkul Semua Kelompok di PBNU 31 Aug 2026 Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan Bupati 31 Aug 2026 Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan 31 Aug 2026 Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Polda Riau, Ini Daftarnya 31 Aug 2026 Soroti Data Desil, Hoerudin Amin: Beasiswa Jangan Dikategorikan sebagai Bansos 31 Aug 2026 Iran Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Uni Emirat Arab 31 Aug 2026 Polri Mutasi Tiga Kapolres di Wilayah Polda Metro Jaya 31 Aug 2026 Dede Yusuf Dorong Penguatan Peranan Bawaslu hingga Tingkat Desa 31 Aug 2026 Usut Tuntas Kematian Bambang Setyawan, Abdullah: Jangan Sampai Timbul Kesan Negara Lakukan Pembiaran 31 Aug 2026 Gunung Sinabung Erupsi, Status Waspada Level II 31 Aug 2026 Golkar Yakin Gus Kikin Rangkul Semua Kelompok di PBNU 31 Aug 2026 Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan Bupati 31 Aug 2026 Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan 31 Aug 2026 Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Polda Riau, Ini Daftarnya 31 Aug 2026

VISI | Kiai

ED
Jumat, 1 Desember 2023 | 12:40 WIB
Bagikan
VISI | Kiai

Rujukan Toleransi

Ada ungkapan, semakin dalam keilmuan seseorang maka akan semakin bijaksana. Semakin toleran. Begitu juga seorang Kiai akan punya banyak perspektif, punya banyak sudut pandang dalam melihat sebuah permasalahan yang ada di masyarakat. Seorang Kiai yang luas keilmuannya, tidak emosional. Figur-figur seperti KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah. Begitu juga KH Syaikhona Muhammad Cholil atau Mbah Cholil pendiri pesantren Kademangan Bangkalan Madura, KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Syamsul Arifin, KH Muhammad Siddiq Jember, KH Hasyim Padangan Bojonegoro, dan KH Umar Dahlan, Sarang Rembang. Dari sejarahnya, mereka memecahkan masalah dengan kedalaman wawasan dan kemampuan spiritual, bukan emosional.

Menurut Kiai Haji Hasyim Muzadi dalam bukunya "Islam, Dialog, dan Kebangsaan", Kiai juga memiliki peran strategis dalam membangun dialog antar agama, menciptakan harmoni dan toleransi di tengah masyarakat yang beragam.

Dalam Politik

Dalam "Politik Kiai" karya Dr. M. Dawam Rahardjo, banyak dikupas mengenai peran kiai dalam dunia politik. Ia menggarisbawahi prinsip-prinsip keadilan dan keberpihakan kepada rakyat yang dikedepankan Kiai dalam konteks sistem politik.

Seiring dengan banyaknya Kiai yang dilibatkan dalam berpolitik, Kiai yang tawadhu KH Ahmad Syafi'i Maarif mengkritisinya melalui buku yang ia tulis, "Kiai dan Kritik Sosial". KH Ahmad Syafii Maarif memiliki pemikiran kritis terhadap beberapa perilaku kiai yang dianggap kontroversial. Diantaranya ada oknum Kiai yang menjual ayat-ayat Al Quran dan Hadist untuk digunakan mencapai tujuan syahwat politiknya.

Dalam Ekonomi

Dalam "Ekonomi Pesantren" karya KH Din Syamsuddin, ditegaskan bahwa kiai tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga memiliki pandangan ekonomi yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.